Jembatan Penyeberangan Multiguna Beroperasi

Pedagang Skybridge Protes Ada Yang Jualan Di Trotoar

Klik untuk perbesar
PKL yang tak tertampung di skybridge masih jualan di trotoar Jalan Jatibaru Raya. (Foto : Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Setelah tertunda beberapa kali, akhirnya jembatan penyeberangan multiguna (JPM) atau Skybridge Tanah Abang, Jakarta dibuka untuk pedagang. Namun, fungsi skybridge untuk menghilangkan PKL di Jatibaru belum berhasil. Masih ada yang jualan di trotoar, tempat yang dilarang. 

Sri Wahyuni, salah satu PKL yang mendapat fasilitas lapak untuk berdagang di Skybridge. Lapaknya cukup strategis. Berada di paling pinggir jembatan. Dekat dengan akses pengunjung yang ingin naik maupun turun dari Skybridge. Sama seperti lapak lainnya. Ukuran lapak Sri tak begitu lebar. Hanya sekitar 1,5x2 meter. Di lapak itu, Sri yang dibantu suaminya, menjajakan berbagai jenis sandal dan sepatu buatan lokal. Selain itu, dia juga menjajakan beberapa jenis minuman dingin dari berbagai merk. 

Hari itu, tak begitu banyak orang yang menghampiri lapak milik Sri. Kalau pun ada, pengunjung bukannya menawar sandal atau sepatu yang dijajakannya, tapi malah membeli minuman dingin. “Ya, memang masih sepi sih. Mungkin karena masih awal-awal, jadi banyak yang belum tahu,” ucap Sri, saat ngobrol-ngobrol.  Wanita berjilbab itu mengaku senang telah difasilitasi berdagang di Skybridge. Soalnya, memang cukup banyak PKL yang tidak mendapat jatah di bangunan tersebut. Hanya 400-an. 

Baca Juga : Mandalika Diusulkan Jadi Destinasi Wisata Olahraga

“Ya bersyukur aja sih. Dari pada kucing-kucingan terus sama petugas. Paling sabar-sabar dikit nunggu rame. Saya yakin sih rame,” ucapnya. Namun, Sri tak menampik, jika omzet yang didapatnya lebih kecil jika dibandingkan saat masih berdagang di sisi Jalan Jatibaru Raya. Namun, lagi-lagi dia mengungkapkan keyakinannya. Suatu saat rezeki berdagang di Skybridge akan kembali seperti sebelumnya. 

“Kan masih baru. Saya sih tetap yakin, bakalan rame. Pedagang yang lain juga sama kok. Mungkin pada sepi di awal aja,” tuturnya. Berdasarkan pengamatan pada Kamis lalu, ratusan lapak yang berada di Skybridge sudah diisi oleh para pedagang. Hanya saja, memang masih ada beberapa lapak yang rolling door-nya masih dalam keadaan tertutup, alias belum dipakai berdagang. 

Akses dari dan menuju Stasiun Tanah Abang pun telah dibuka. Tak ada lagi tembok maupun seng penghalang yang membatasi Skybridge dengan stasiun. Akses itu tepat berada di tengah-tengah Skybrige. Akses itu cukup memudahkan pengunjung dua tempat tersebut. Selesainya pembangunan Skybridge diharapkan dapat memindahkan para PKL yang kerap mengokupasi trotoar Jalan Jatibaru Raya. Namun, hal itu belum terwujud. Setidaknya hingga Kamis itu. Puluhan pedagang masih terlihat menjajakan barang dagangannya di atas trotoar. 

Baca Juga : Breakdance Diperjuangkan Lolos Ke Olimpiade Paris 2024

Meski tak lagi mengganggu lalu lintas, namun keberadaan PKL di trotoar cukup mengganggu pejalan kaki. Keberadaan puluhan petugas Satpol PP tampak tak membuat para PKL tersebut gentar. Sementara para petugas tampak seperti mendiamkan PKL yang berada di trotoar. Salah seorang pedagang yang menolak disebut namanya, mengaku terpaksa tetap berdagang di trotoar, lantaran dia tak mendapat lapak di Skybridge. Dia bilang, semestinya semua PKL di Jatibaru mendapat lapak di Skybridge. 

“Mau gimana lagi, Bang. Dari pada nggak makan kita. Ya nekat-nekatan lah. Nanti kalau dibubarin ya kita bubar. Tapi kalau ada kesempatan ya balik lagi. Demi menyambung hidup, Bang,” kata pedagang tersebut. Para PKL yang masih berada di trotoar Jalan Jatibaru sebenarnya diprotes PKL yang sudah menempati Skybridge. Salah seorang pedagang menganggap, keberadaan PKL di trotoar membuat dagangannya sepi. 

“Ya gimana nggak sepi, Bang, kalau di bawah masih ada. Lebih gampang dijangkau kan yang di bawah. Tapi mudah-mudahan segera ditertibinlah yang masih di trotoar itu,” ucap pedagang tersebut. [PYB]

RM Video