Kita Bisa Tiru? Cara Australia Atasi Sampah Plastik di Air

Klik untuk perbesar
Sistem penyaringan sampah di Australia. (Foto Facebook / City of Kwinana)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Sampah plastik, dalam berbagai bentuk dan ukuran, terbukti merusak lingkungan, kesehatan dan ekosistem global. Diperkirakan 8 juta ton sampah plastik mencemari perairan.

Berdasarkan laporan National Geographic, 40 persen sampah plastik yang menyebar di perairan adalah sampah bungkusan yang kita buang. Hanya 20 persen dari total sampah bungkusan benar-benar dibuang dengan benar via daur ulang. Sisanya ternyata menjadi sumber polusi di samudera kita.

Untuk mengurangi dampak buruk polusi plastik, sebuah kota di Australia melakukan ide sederhana untuk menghentikan sampah plastik mencemari perairan luas. Pemerintahan kota Kwinana, Australia Barat, memasang sistem penyaringan di setiap pipa pembuangan mereka.

Berita Terkait : Komitmen Indonesia Atasi Sampah Plastik di Laut Dapat Apresiasi Dunia

Awalnya, sistem penyaringan berupa jaring besar dipasang di Henley Reserve. Di luar dugaan, jaring yang dipasang berhasil menampung sampah plastik dari saluran air limbah kota. Pipa pembuangan ini memang berasal dari saluran limbah warga dan biasanya dialirkan ke saluran air seperti sungai dan nantinya berujung ke laut. Pihak Kwinana terkejut dengan hasil 'tangkapan' mereka. Hampir 370 kilo sampah berhasil dijaring beberapa pekan.

Akhirnya, pemerintah memasang jaring serupa di seluruh pipa pembuangan yang akan mengalir ke perairan lepas. Tujuannya sederhana, mengurangi sampah plastik yang berserakan di perairan dan mengganggu kualitas biota laut.

Pemasangan jaring penyaring sampah ini menelan dana 10 ribu dolar AS (Rp 141 juta) perunit.

Berita Terkait : Kemenperin Temukan Inovasi Cara Ubah Sampah Plastik Menjadi BBM

Meski dianggap sebagian orang mahal, jumlah uang sebesar itu dinilai jauh lebih murah dari biaya yang akan dikeluarkan di masa depan serta manfaat-manfaat di baliknya.

 

Namun, pemasangan jaring ini dinilai sangat efektif. Karena saat jaring sudah penuh, sampah-sampah yang terjaring akan disortir dan diproses. Sampah yang bisa didaur ulang bisa menjadi sumber pendapatan lain. Alhasil, menjaring sampah jauh menguntungkan dari berbagai sisi. Ekosistem perairan tidak lagi terkontaminasi plastik dan warga sekitar bisa mendapat pemasukan dari pengolahan Sampah.

Baca Juga : Tunjukkan Eksistensi sebagai Negara Maritim, Indonesia Berpartisipasi di OOC 2019

Simpel dan menarik sih, menurut kalian bisa nggak Indonesia menerapkan hal serupa buat menanggulangi masalah sampah? [DAY]