Letusan Freatik Bisa Terjadi Sewaktu-waktu

Tangkuban Parahu Erupsi Lagi, Awas Konsentrasi Gas Vulkanik Meningkat

Klik untuk perbesar
Kondisi Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu pasca erupsi, Sabtu (27/7). (Foto: Humas BNPB)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Gunung Tangkuban Parahu, Jawa Barat dilaporkan mengalami erupsi pada Kamisn(1/8) pukul 20.46 WIB ,dengan tinggi kolom abu teramati ± 180 m dari dasar kawah. Atau ± 2.084 m di atas permukaan laut.

Kolom abu teramati berwarna kelabu, dengan intensitas tebal condong ke arah utara dan timur. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 50 mm dan durasi ± 11 menit 23 detik.

Baca Juga : Marquez Juara, Honda Kunci Gelar Konstruktor

Pusat Vulkanologi, Mitigasi, dan Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan, saat ini Gunung Tangkuban Parahu berada pada Status Level I (Normal).

Terkait status tersebut, masyarakat sekitar Gunung Tangkuban Parahu dan pengunjung/wisatawan/pendaki, diimbau untuk tidak mendekati kawah yang ada di puncak Gunung Tangkuban Parahu, dalam radius 500 m dari kawah aktif. Atau sekitaran sepanjang area parkir bibir kawah dan tempat berdagang.

Baca Juga : Jokowi Umumkan Susunan Kabinet Kerja II, Besok Pagi

Masyarakat di sekitar Gunung Tangkuban Parahu juga diminta mewaspadai meningkatnya konsentrasi gas-gas vulkanik, dan dihimbau tidak berlama-lama berada di sekitar kawah aktif Gunung Tangkuban Parahu. Supaya terhindar dari paparan gas, yang dapat berdampak bagi kesehatan dan keselamatan jiwa.

Tak cuma itu. Warga di sekitar Gunung Tangkuban Parahu juga diminta mewaspadai terjadinya letusan freatik yang bersifat tiba-tiba, tanpa didahului oleh gejala vulkanik yang jelas. [HES]