Krakatau Siaga, Merapi Waspada

Kenali Tingkatan Status Gunung Api

Klik untuk perbesar
Sumber: Badan Geologi, Kementerian Energi & Sumber Daya Mineral

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kamis (27/12) pagi ini, Badan Geologi resmi mengumumkan kenaikan status gunung api Anak Krakatau dari Level 2 Waspada menjadi Level 3 Siaga. Di level siaga, aktivitas gunung api terus mengalami peningkatan, yang dapat segera berlanjut ke letusan atau menuju keadaan yang dapat menimbulkan bencana. Jika tren peningkatan berlanjut, letusan dapat terjadi dalam waktu 2 minggu. 

Berita Terkait : Krakatau Steel Kembali Kirim Baja ke Australia


Peningkatan aktivitas gunung api tak hanya ditunjukkan oleh Anak Krakatau. Berdasarkan laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral, Kamis (27/12) pukul 09.15 WIB pagi ini, Gunung Merapi di Sleman, Yogyakarta berada dalam Level 2 Siaga. Terjadi guguran kubah lava Merapi pada pukul 08.45 WIB, yang teramati dari CCTV Puncak ke arah barat laut di daerah area kawah. Sebelumnya, pada pukul 02.50 WIB dengan jarak luncur 300 m, arah ke hulu Kali Gendol. 

Berita Terkait : Gunung Anak Krakatau Erupsi, Tinggi Kolom Abu Tidak Teramati

Gunung api lain yang juga menunjukkan peningkatan aktivitas adalah Gunung Sinabung, Gunung Agung, dan Gunung Soputan. Sebelum sampai ke Level Siaga seperti Anak Krakatau, gunung berapi terlebih dahulu melalui 2 level di bawahnya. Yakni, Waspada dan Normal. Berikut level dan status peringatan dini gunung api, menurut Badan Geologi:

Berita Terkait : Lagi, Gunung Merapi Lima Kali Luncurkan Lava Pijar


1. Level Normal. Gunung api tidak menunjukkan gejala aktivitas tekanan magma, dengan level aktivitas dasar.
2. Level Waspada. Terdapat kenaikan aktivitas gunung api di atas level normal, apa pun bentuknya, yang diikuti dengan peningkatan aktivitas seismik dan kejafdian vulkanis lainnya. Gunungapi juga menunjukkan sedikit perubahan aktivitas yang diakibatkan oleh aktivitas magma, tektonik, dan hidrotermal. 
3. Level Siaga. Terjadi peningkatan intensif kegiatan seismik, yang menandakan gunung api sedang bergerak ke arah letusan atau menimbulkan bencana. Semua data menunjukkan bahwa aktivitas dapat segera berlanjut ke letusan atau menuju pada keadaan yang dapat menimbulkan bencana. Jika tren peningkatan berlanjut, letusan dapat terjadi dalam waktu 2 minggu.
4. Level Awas. Ini adalah level yang menunjukkan gunung berapi yang segera atau sedang meletus atau terdapat keadaan kritis yang menimbulkan bencana. Letusan berpeluang terjadi dalam waktu 24 jam, yang diawali dengan abu dan asap. [HES]