Cuma Minim Risiko, Borneo Tak Bebas Gempa

Siang Tadi, Gempa 4,8 SR Guncang Tanah Grogot, Kalimantan Timur

Klik untuk perbesar
Peta lokasi gempa bumi di Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Kamis (22/8). (Foto: Twitter @infomitigasi)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Tadi siang, tepatnya pukul 13.51 WIB, wilayah Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur diguncang gempa berkekuatan 4,8 Skala Richter (SR).

Pusat gempa berada di koordinat 1,94 Lintang Selatan dan 116,1 Bujur Timur. Jaraknya 511 km arah Barat Laut Kota Makassar, 198 km arah Barat Daya Samarinda, 107 km arah Timur Laut Barabai.

Informasi ini dilansir Pusat Seismologi Eropa-Mediterania melalui situs https://www.emsc-csem.org , Kamis (22/8) dan akun Twitter @Gempa_Tsunami.

Baca Juga : SEA Games 2019 : Ruselli Perak, Praveen/Melati Raih Emas

Para netizen di jagat Twitter pun ramai mengomentari soal gempa ini. Mereka mengaitkan dengan rencana kepindahan Ibu Kota ke Kalimantan Timur, yang salah satunya bertujuan untuk meminimalkan risiko kebencanaan seperti gempa.

"Pdhal itu daerah buat rencana pemindahan ibu kota ya min? allahu akbar," cuit akun @TE_MBRE. Sementara akun @fahri_nanda mengatakan,"Kekuasaan allah tidak bisa di hindari kalimantan pulau yang di banggakan kata nya nggak ada rawan gempa kini terjadi".

Sedangkan akun @Dmelomania hanya mengetik,"Kalimantan tumben gempa". Komentar ini setali tiga uang dengan akun @salenophile yang menuturkan, "Ya Allah Kalimantan juga bisa gempa...".

Baca Juga : Jokowi: Korupsi Hancurkan Kehidupan Negara dan Rakyat

Menanggapi hal ini, Info Mitigasi melalui akun Twitter @infomitigasi menjelaskan, bahwa wilayah Kalimantan tidak sepenuhnya bebas dari kegempaan. Wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan juga memiliki potensi kegempaan. Hanya saja, intensitasnya lebih jarang dibanding Sumatera, Jawa, Bali, NTT, NTB, dan Sulawesi.

"Jadi, bila ada netizen yang mengira Kalimantan bebas dr kegempaan, itu salah. Saran saya, lebih banyak lagi membaca dan mencari referensi perihal kegempaan di Pulau Kalimantan," cuit akun @infomitigasi.

"Jadi salah satu kriteria mengapa Ibukota Negara direncanakan pindah ke Kalimantan, salah satunya karena Faktor Kebencanaan berupa Gempa Bumi lebih jarang dari Pulau Jawa," imbuhnya. [HES]