Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 1.100 M

Penampakan Gunung Merapi Selasa (17/9) pagi, yang teramati melalui PGM Selo. (Foto: BPPTKG)
Klik untuk perbesar
Penampakan Gunung Merapi Selasa (17/9) pagi, yang teramati melalui PGM Selo. (Foto: BPPTKG)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah mengeluarkan awan panas guguran dengan jarak luncur 1.100 meter ke arah hulu Kali Gendol.

Awan panas guguran yang terpantau pada Selasa (17/9) pukul 06.52 WIB itu, memiliki durasi 110 detik dengan amplitudo maksimum 62 mm.

Berita Terkait : Gunung Merapi Erupsi, Penerbangan Ke Yogyakarta Masih Normal

Selain awan panas guguran, pada periode pengamatan mulai pukul 00.00-00.06 WIB, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) juga mencatat tiga kali gempa guguran dengan 3-10 mm selama 28.68-42.72 detik, dan satu kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 65 mm selama 20.36 detik.

Dalam periode itu, asap kawah teramati berwarna putih, dengan intensitas sedang dan tinggi 30 meter di atas puncak kawah.

Baca Juga : KLHK: Indonesia Memasuki Era Baru Pengelolaan Sampah

Cuaca di Gunung Merapi dilaporkan cerah dengan angin bertiup lemah ke arah Timur Laut dan Tenggara. Suhu udara ada di kisaran 12.8-18.9 derajat Celsius, kelembaban udara 24-85 persen, dan tekanan udara 629.9-708.4 mmHg.

Hingga saat ini, Gunung Merapi masih berstatus Level II atau Waspada. Terkait hal tersebut, BPPTKG tidak merekomendasikan kegiatan pendakian. Kecuali, untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian yang berkaitan dengan mitigasi bencana.

Baca Juga : Bahas Dampak Corona, OJK Kumpulin Petinggi Perbankan

Warga diimbau tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi. Masyarakat yang tinggal di kawasan alur Kali Gendol juga diminta ekstra waspada, mengingat beberapa kali telah terjadi awan panas guguran yang jarak luncurnya semakin jauh. [HES]