Pekan Kebudayaan Nasional 2019 Sarat Pesan untuk Anak Muda

Sejumlah tampilan penari saat opening ceremonies Pekan Budaya Nasional 2019, di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Senin (7/10). (Foto: Instagram Kemendikbud)
Klik untuk perbesar
Sejumlah tampilan penari saat opening ceremonies Pekan Budaya Nasional 2019, di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Senin (7/10). (Foto: Instagram Kemendikbud)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) 2019 resmi dibuka pada Senin malam (7/10), di Istora Senayan, Jakarta Pusat. Pagelaran itu bakal digelar hingga Minggu 13 Oktober, dengan mengusung "Ruang Bersama Indonesia Bahagia".

Pembukaan berlangsung semarak dengan pagelaran tari gabungan dari Barat hingga Timur Indonesia. Puluhan penari yang berbalut kostum warna-warni.

"Opening ceremonies ini dibuat untuk mendorong orang-orang datang ke PKN. Memperkenalkan bahwa ada pagelaran budaya Indonesia kumpul di acara ini selama seminggu," kata Creative Director Opening Ceremonies PKN 2019, Celerina Judisari, menjelaskan sesaat sebelum pembukaan dimulai.

Berita Terkait : Iran Tidak Cukup Cuma Minta Maaf

Selain menyuguhkan ragam tarian budaya dan lantunan lagu-lagu daerah dari seniman dari berbagai kota, acara itu juga menggandeng deretan nama pesohor Indonesia. Penampilan monolog dari aktor senior Slamet Rahardjo bersama artis muda Angga Yunanda.

Penyanyi Kiki Juliar yang menggantikan pedangdut Cita Citata melantunkan "Goyang Dumang" dengan sentuhan musik elektrik dari DJ Alffy Rev. Kemudian dilanjut dengan penampilan putra presenter Ruben Onsu, Betrand Peto yang membawakan lagu "Ampar-Ampar Pisang", "Ular Naga" dan "Maumere" bersama Yopie Latul dan Kiki Juliar.

Penonton terlihat menikmati acara yang dipandu oleh Ernest Prakasa bersama dan Trio GAM. Bahkan pada lagu "Maumere", sebagian besar penonton maju ke depan panggung untuk menari bersama.

Baca Juga : Deputi Kementerian Perekonomian Apresiasi Kemajuan Proyek RDMP Balikpapan

"Ini momentum untuk meluaskan lagi cinta budaya. Jadi jangan orang-orang tua doang yang pergi ke pameran budaya. Anak milenial, generasi Z juga harus tahu kebudayaan kita," ujar Cerelina lagi.

"Bicara budaya tuh luas, banyak. Budaya Indonesia apalagi kan. Nah di sini deh, pesan yang ingin disampaikan banyak sekali lewat keindahan budaya kita. Ayok ke PKN. Tujuannya untuk memberikan semangat ya kita semua di sini bahwa budaya itu fun bukan sesuatu yang kuno," lanjut dia lagi.

Perhelatan ini dirancang menjadi salah satu wadah mewujudkan Strategi Pemajuan Kebudayaan di tengah masyarakat. Terdapat rangkaian aktivitas kebudayaan yang bergerak dari desa sampai ke kota dengan menyediakan ruang bagi keragaman ekspresi budaya, mendorong interaksi untuk memperkuat kebudayaan yang inklusif, serta melindungi dan mengembangkan nilai ekspresi dan praktik kebudayaan nasional.

Baca Juga : Telkomsel Perkuat Jaringan Di 5 Lokasi Wisata Super Prioritas

Acara tersebut dibuka langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Muhadjir Effendy dan Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko. Sejumlah agenda seru dipersiapkan untuk mengisi acara berskala nasional yang pertama kali digelar di Jakarta.

Pada hari pertama, misalnya, bergulir kegiatan permainan tradisional di parkir selatan Istora, Jakarta. Sekitar 245 pertunjukan yang melibatkan sekitar 3.600 seniman dan pekerja seni bakal digelar dalam tujuh hari penyelenggaraan acara.

Ada pula sekitar 30 pameran yang menampilkan beragam kekayaan budaya, termasuk pameran mumi. Terdapat pula ruang-ruang diskusi yang mengangkat berbagai aspek budaya. Pada perayaan puncak, akan digelar pawai budaya yang melibatkan 3.500 peserta. [MER]