Siap Buka CCTV

Administrator Pos Batas Lintas Negara Terpadu Badau Bantah Lakukan Praktik Pungli

Klik untuk perbesar
(Foto : Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Administrator Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Badau, Agato Limat, membantah berita yang baru-baru ini dimuat oleh media nasional soal adanya praktik pungutan liar (pungli) di PLBN Terpadu Badau, Kalimantan Barat.

Agato menegaskan, berita yang telah dimuat oleh media nasional tersebut tidak benar. Pihaknya bersedia membuka rekaman CCTV yang ada di PLBN Terpadu Badau untuk membuktikan bahwa tidak ada praktik pungli tersebut.

"Dapat dipastikan berita itu tidak benar, karena bisa dibuktikan dengan rekaman CCTV yang ada di PLBN," ujarnya dalam keterangan pers, Selasa (8/10).

Berita Terkait : 5 Tahun Kabinet Kerja, Pos Lintas Batas Negara Nggak Kumuh Lagi

Dijelaskan, di dalam berita yang dimuat oleh media nasional, Aktivis Komunitas Pemuda Merah Putih (KPMP) SS Marulitua dimuat sebagai narasumber yang menyampaikan bahwa ada praktik pungli di PLBN Terpadu Badau.

Namun setelah ditelusuri, nama tersebut tidak tercantum dalam daftar nama Warga Negara Indonesia yang menjadi pelintas batas negara.

"Tidak ada yang namanya SS Marulitua di Badau dan dia juga nama tersebut tidak pernah terdaftar sebagai pelintas batas negara yang tercatat di PLBN," lanjutnya.

Berita Terkait : Saber Pungli Didesak Turun Tangan Di Pos Batas Lintas Negara, Badau Kalbar

SS Marulitua sebelumnya mendesak Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) untuk menyelidiki dugaan praktik pungli yang dilakukan oknum-oknum PLBN Terpadu Badau.

Terkait hal tersebut, Agato menyampaikan pihaknya menerima dengan tangan terbuka, mempersilahkan Saber Pungli untuk datang ke PLBN Terpadu Badau untuk menyelidiki dugaan praktik tersebut.

"Kalau Saber Pungli mau ditempatkan di PLBN Badau ya kami tidak masalah. Karena memang tidak ada praktik pungli di PLBN Badau," pungkasnya.

Baca Juga : Ronaldo 700 Gol, Portugal Masih Tertahan

Sebelumnya diberitakan, ada oknum yang melakukan praktik pungli di PLBN Terpadu Badau. Disebutkan, akibat praktik pungli itu masyarakat Badau merugi karena oknum itu memungut uang sebesar Rp 5 juta dari setiap mobil pick up atau truk yang mengangkut bahan-bahan kebutuhan pokok dari wilayah Malaysia. [JAR]

RM Video