Ke Rumah Pimpinan KPK Yang Diteror

Tetangga Sering Lihat Agus Cuci Mobil Sendiri

Klik untuk perbesar
Rumah Ketua KPK yang Diteror di Jati Asih, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (9/1/2019). (Foto ; Dwi Pambudo/Rakyat Merdeka)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Rumah Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo dan Wakil Ketua KPK Laode M Syarif diteror orang tak dikenal (OTK). Selepas ‘dibom,’ kediaman Agus di Perumahan Graha Indah, RT 4, RW 15, Kelurahan Jatimekar, Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, lebih ramai dari biasanya.

Hari itu, jalan di depan rumah Agus yang lebarnya sekira tujuhmeter, dipadati beberapa kendaraan. Selain milik aparat keamanan, sejumlah mobil beberapa media elektronik terparkir rapi di sekitarnya.

Kediaman Agus tak tampak seperti rumah pejabat tinggi negara pada umumnya, yang besar dan mewah. Ukuran bagian depan rumah ini, tak sampai 10 meter. Pagarnya terbagi dua. Satu bagian, selebar sekitar tiga meter, dipakai untuk akses keluar masuk. Sedangkan sisanya, merupakan pembatas rumah dengan jalanan.

Rumah itu terdiri dari dua lantai. Cat abu-abunya sudah mulai kusam. Noda di sana-sini, mendominasi rumah ini. Masuk ke bagian dalam, langsung berhadapan dengan garasi yang hanya muat satu mobil. Tapi, saat itu, mobil Agus tak ada. Hanya empat motor yang terparkir.

Untuk masuk ke dalam rumah, terdapat pintu yang modelnya bersisian. Pintu itu berkelir putih. Sudah mulai kusam. Saat itu, pintu dalam kondisi tertutup rapat. Hanya penghuni maupun pihak berkepentingan yang diizinkan masuk.

Meski mendapat ancaman benda mirip bom paralon, aktivitas di sekitar rumah Agus berjalan seperti biasa. Meski ada penjagaan dari aparat, warga sekitar leluasa berlalu-lalang di depan rumah Agus. Pun beberapa bocah, asyik mengamati petugas yang sedang memasang kamera pengawas (CCTV) di rumah Agus.

Mendapat ancaman, tidak membuat Agus jiper menempati rumah ini. Malam hari, ia masih tidur di sini. Setelah sang fajar terbit, ia masih berangkat bertugas dari rumah ini.

Mantan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) ini, mengaku tak gentar menghadapi teror.

“Maju terus. Jangan takut. Tetap semangat demi kepentingan bersama. Teror tidak akan bisa melunturkan semangat memberantas korupsi,” Agus bertutur. Raut mukanya santai.

Di lingkungan tempat tinggalnya ini, Agus dikenal sederhana dan suka bersosialisasi. Melky, tetangga Agus bercerita, kesederhanaan itu terlihat sebelum dan sesudah Agus menjadi Ketua KPK. Menurutnya, Agus kerap mengenakan kaus oblong putih saat keluar rumah.

Warga yang rumahnya berhadap- hadapan dengan kediaman Agus itu, kerap melihat Ketua KPK ini mencuci mobilnya sendiri. Bahkan, Agus kerap jajan di warung kopi. Atau, membeli makanan sendiri.

“Pak Agus orangnya kelihatan bersahaja,” Melky menilai.

Baginya, Agus ramah kepada tetangga. Melky sempat mengira, Agus bakal berubah saat jadi Ketua KPK. Tak ramah lagi. Bakal ditempel ketat para pengawal berbadan kekar. Berwajah garang. Mengingat, KPK dimusuhi koruptor. Tetapi, perkiraan Melky salah.

“Ternyata sama saja. Kehidupan sehari-harinya nggak neko-neko. Istri dan anaknya, barang-barang dan penampilannya sederhana,” Melky menilai lagi.

Ia menambahkan, setiap hari Agus pulang kerja ke rumah tersebut. Agus kelihatannya cinta rumahnya. Nyaman dengan rumahnya. “Kalau banjir, dia tetap pulang. Celananya digulung. Kenapa nggak nginap saja di hotel,” ujarnya. [PYB]

RM Video