Media Konvensional Lebih Dipercaya Masyarakat

Presiden Jokowi: Saya Gembira

Klik untuk perbesar
Presiden Jokowi, menerima Penghargaan Kemerdekaan Pers dalam acara puncak Hari Pers Nasional 2019 di Grand City Convention & Exhibition Hall di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (9/2). Penghargaan diberikan oleh Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo (tengah), didampingi Penanggung Jawab HPN 2019 Margiono. (Foto: Ahmad Ali Futhuhin/Rakyat Merdeka)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2019 yang digelar di Surabaya berjalan sukses dan meriah, Jumat (9/2). Presiden Jokowi mengaku bahagia  karena mayoritas masyarakat masih percaya media arus utama dibanding media sosial.

Acara ini dimulai pukul 8.30 WIB di Grand City Convention & Exhibition Hall, Surabaya. Sejak pukul 7 pagi, para peserta dan panitia sudah berdatangan ke lokasi. Pengamanan tak terlalu ketat. Pengunjung hanya melewati satu metal detector di pintu utama, kemudian naik ke lantai 3 tempat acara berlangsung. Lima belas menit sebelum acara dimulai, Jokowi dan Ibu Iriana tiba di lokasi.

Jokowi tampil rapi dengan batik lengan panjang warna merah marun. Ibu Iriana mengenakan kebaya merah berselendang. Warnanya marun juga. Turun dari mobil, keduanya disambut Penanggung Jawab HPN 2109 Margiono, dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

Rombongan naik ke lantai 3 menuju kursi di barisan paling depan. Masuk dalam aula, Jokowi menyalami hadirin. Mereka berebutan ingin salaman. "Sebelah sini Pak.. sebelah sini," kata peserta.

Jokowi dengan ramah melayani permintaan salaman. Acara ini dihadiri sejumlah pimpinan lembaga tinggi negara dan menteri. Para bos media dan tokoh pers nasional juga hadir. Seperti Surya Paloh, Chairul Tanjung, dan Karni Ilyas. Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo dan jajarannya juga turut hadir.

Sebelum acara dimulai, lagu "Indonesia Raya" dikumandangkan terlebih dahulu. Selanjutnya, hadirin disuguhi tarian "Gebyar Nusantara". Tarian ini menampilkan tarian tradisional dari berbagai daerah di Tanah Air. Dari Sabang sampai Merauke. Setelah itu, Margiono naik ke panggung menyampaikan sambutan.

Pidatonya singkat, sekitar 15 menit tapi bikin suasana segar dengan guyonan khasnya. Hadirin sampai tertawa terpingkal-pingkal. Mantan Ketua Umum PWI Pusat dua periode itu mengawali sambutan dengan memberi pujian kepada Soekarwo alias Pakde Karwo.

Berita Terkait : Sekjen KLHK Terima Lencana Melati Pramuka dari Presiden Jokowi

"Pakde, tadi Presiden bisiki saya. Tempat acara HPN kali ini kok megah sekali. Saya lapor ke beliau, tiap HPN itu selalu megah. Tapi, memang tidak ada yang semegah di Surabaya," kata Margiono yang disambut tepuk tangan.


Margiono mengucapkan terima kasih kepada Jokowi yang sudah hadir. Dia bilang, kehadiran Presiden telah menyempurnakan rangkaian acara peringatan HPN 2019 yang sudah dimulai sejak dua bulan lalu, dan makin padat sejak 1-9 Februari.

Margiono juga mengaku sudah mengundang semua karakter dan model pers ke acara ini. Yang edukatif hadir. "Kalau disebut edukatif itu biasanya Kompas," kata dia. Yang informatif hadir. "Ada Trans dan CNN," ujar Margiono.

Lalu, hadir juga pers yang mengobarkan semangat optimisme. "Metro TV," katanya. Hadirin tertawa terbahak- bahak. "Ada juga pers yang kritis dan kadang-kadang keras. TV One," ucap Margiono, hadirin kembali terpingkal. "Pak Karni (Ilyas) sudah hadir," ucapnya.

Yang disebut namanya tersenyum-senyum. "Sebenarnya, yang keras itu bukan TVOne. Tapi, yang ngomong di TVOne," kelakarnya. "Terakhir, ada juga pers yang lembut dan santun. Rakyat Merdeka," sambung Margiono.

Hadirin kembali tertawa dan tepuk tangan. Jokowi juga sama. Para menteri juga sama. Ketawa dan tepuk tangan. Jokowi bahkan sampai menepuk-nepuk pahanya. Margiono bilang, hanya satu yang tidak diundang. Yaitu calon presiden. "Karena sekarang capresnya ada dua. Repot kalau ada satu yang tak datang. Juga sulit menempatkan kursinya. Harus duduk di mana. Karena itu, yang diundang adalah Presiden Indonesia," kata Margiono yang kembali disambut tepuk tangan meriah.

Margiono melanjutkan, HPN tahun ini mengambil tema "Pers Menguatkan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Digital". Tema itu diambil atas arahan dan petunjuk Gubernur Soekarwo. Tema ini diambil bukan karena Jawa Timur belum berdigital. Jatim adalah provinsi yang memulai revitalisasi UMKM berbasis digital. Tema ini ditetapkan untuk mengakselerasi pengembangan UMKM.

Berita Terkait : Jokowi Siap Buat Kebijakan Tak Populer

Giliran Jokowi yang sampaikan sambutan. Jokowi tak sehumor Margiono. Tapi, bukan nggak ada humornya. Jokowi tetap santai. Juga tegas dan jelas. Setiap isi pidatonya ada datanya. Muncul di layar kiri dan samping. Di awal pidatonya, Jokowi mengungkapkan kegembiraannya. Media mainstream atau media konvensional berhasil menjadi salah satu sumber referensi terpercaya masyarakat.

Mengalahkan media sosial, yang saat ini lagi booming. Jokowi mengakui, memang di era digital sekarang informasi begitu melimpah. Setiap orang bisa menjadi wartawan dan bisa menjadi pemimpin redaksi, juga bisa menciptakan kegaduhan, membangun ketakutan, serta pesimisme.

Jokowi meminta media tetap menjaga kepercayaan masyarakat. Dengan membuat berita yang berpegang teguh pada kebenaran. "Insan media arus utama justru sangat dibutuhkan untuk menjadi rumah penjernih informasi. Dibutuhkan untuk menyajikan informasi-informasi yang terverifikasi," katanya.


Lebih lanjut, Jokowi juga mengatakan bahwa peran utama media kini semakin penting. Antara lain dalam mengamplifikasi kebenaran dan menyingkap fakta, terutama di tengah keganasan pasca fakta dan pasca kebenaran.

"Kita wajib mengatasi dampak buruk gejala pasca kebenaran dan pasca fakta itu. Media arus utama diharapkan mampu menjaga dan mempertahankan misinya untuk mencari kebenaran, misinya untuk membangun optimisme," kata Jokowi.

Terakhir, mantan Gubernur DKI dan Walikota Solo ini mengajak pers terus meneguhkan jati dirinya sebagai sumber informasi yang akurat bagi masyarakat, mengedukasi dan meneguhkan jati dirinya untuk tetap melakukan kontrol sosial, serta memberikan kritik konstruktif. Selain itu, Jokowi juga menegaskan pemerintah menjamin prinsip kemerdekaan pers dan kebebasan berpendapat.

"Kepada rekan-rekan media yang hadir di sini, dan yang sedang bertugas di seluruh pelosok negeri, saya sampaikan Selamat Hari Pers. Teruslah berkontribusi untuk kejayaan negeri kita tercinta," pungkasnya.

Berita Terkait : Jokowi Sayang Prabowo

Beri Penghargaan

Dalam acara ini, juga diberikan sejumlah penghargaan kepada para menteri dan Ketua lembaga negara. Mereka yang diberi penghargaan antara lain Ketua DPD Oesman Sapta Odang, Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

OSO menerima penghargaan Warta Bakti Utama. OSO dinilai berhasil menjadi tokoh pembuat berita yang bermanfaat bagi negara. Sementara Rini Soemarno  mendapat penghargaan Anugerah Kepedulian terhadap Pers, kategori Instansi Pemerintah. Rini dianggap menteri yang peduli terhadap pers.

Sedangkan, Budi Karya Sumadi meraih penghargaan Golden Award dari Seksi Wartawan Olahraga Persatuan Wartawan Indonesia (Siwo PWI) untuk kategori Tokoh Pendukung Sukses Asian Games dan Para Games 2018.

Penghargaan ini diberikan kepada BKS karena dinilai turut menyukseskan perhelatan Asian Games dan Para Games pada akhir tahun 2018. Pemberian penghargaan diberikan oleh Ketua Umum PWI Pusat Atal Depari yang disaksikan Jokowi. [BCG]

RM Video