Rakyat Merdeka Jenguk Ibu Ani

Di Lantai 8, Tiap Hari SBY Stand By

Klik untuk perbesar
Ditemani Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syarief Hasan (kanan). Pak SBY menerima Tim Rakyat Merdeka di National University Hospital, Singapura, Senin (4/3).

RMco.id  Rakyat Merdeka - “Tolong doakan agar Ibu Ani diberi kesembuhan. Beliau wanita yang kuat. Biasanya sangat aktif, tak bisa diam. Sekarang beliau sedang menjalani pengobatan...” Itu kata-kata SBY, saat kami mengunjunginya di National University Hospital (NUH), Singapura, Selasa (4/3) petang.

Belum pernah melihat SBY dengan wajah sesendu itu. Kantung matanya menebal, seperti kurang tidur dan lelah. Tapi SBY terlihat tegar, kuat dan sehat. Sudah beberapa pekan, SBY berada di Singapura. Setiap hari mendampingi istrinya, Ani Yudhoyono, yang terbaring sakit leukemia. SBY juga setiap hari menerima tamu-tamu yang ingin menjenguk Ibu Ani.

Setiap tamu yang datang, boleh menulis kesan pesan dan doa untuk Ibu Ani di buku khusus. Sudah ada ratusan orang yang menulis di situ. Hampir semua anggota kabinet di era Presiden SBY, sudah datang menjenguk dan menulis di situ. Beberapa menteri yang saat ini menjabat pun ada. Juga kalangan partai dan DPR.

Dari Jakarta, kami tim Rakyat Merdeka, yaitu Kiki Iswara Darmayana, Ratna Susilowati, Riky Handayani dan Kartika Sari, terbang khusus ke Singapura. Niatnya ingin menjenguk Ibu Ani. Tamu yang ingin menjenguk sangat banyak, sementara jadwal besuknya terbatas.

Berita Terkait : Setahun Dirawat di NUH, Putri Denada Selalu Ceria

Setiap hari SBY menerima tamu pukul 14.00-16.00atau sekitar 2 jam saja. Karenanya, tak bisa asal datang, harus mendaftar dulu. Rakyat Merdeka mendapat jadwal kunjungan sekitar 10 hari setelah mendaftar. Pak SBY menerima Rakyat Merdeka di ruangan terpisah dari kamar perawatan. Ruangan kecil, di-setting jadi tempat menerima tamu-tamu yang menjenguk Ibu Ani. Ada beberapa kursi, menghadap ke jendela besar. Di lantai 8.

SBY (kanan, tengah) berbincang dengan Direktur Rakyat Merdeka Kiki Iswara Darmayana (kiri, tengah) di tengah kunjungan Rakyat Merdeka membesuk Ibu Ani di National University Hospital, Singapura, Senin (4/3).


SBY mengenakan kemeja biru lengan pendek. Syarif Hasan, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat yang juga mantan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), kebetulan hari itu berada di Singapura, jadi ikut mendampingi SBY menerima Rakyat Merdeka.

“Terima kasih ya, untuk tim Rakyat Merdeka yang mengunjungi Ibu. Ini hari ke-20, Ibu Ani menjalani perawatan. Dan saat ini sedang menjalani transfusi,” kata SBY.

Karenanya, dia memohon maaf, Ibu Ani tak bisa dilihat langsung. Kamar tempat Ibu Ani dirawat berada tak jauh dari ruangan SBY menerima kami. Jaraknya sekitar 10-15 langkah. “Kamarnya ada di ujung,” kata SBY.

Berita Terkait : Jokowi Ajak Seluruh Rakyat Indonesia Doakan Almarhumah Ibu Ani

Menurut Ketua Umum Partai Demokrat itu, Ibu Ani dalam kondisi diisolasi, sehingga tidak boleh terpapar kuman dan virus. SBY lalu menjelaskan serangkaian prosedur pengobatan yang dijalani Ibu Ani. Detail dan teknis. Memang banyak dan praktis hampir sepanjang hari ada prosedur medis dijalani.

Presiden Jokowi menjenguk Ibu Ani pada 21 Februari lalu. Waktu itu, Ibu Ani bisa dilihat dari jarak beberapa meter. “Tidak bisa mendekat. Pak Jokowi bisa melihat dari jauh karena pintu kamarnya Ibu Ani dibuka,” kata SBY, sambil telunjuknya mengarah sekitar dua meter.

Sedangkan Wapres Jusuf Kalla, tiga hari lalu mengunjungi Ibu Ani. Saat itu Ibu Ani tidak bisa dilihat, karena sedang dalam pengobatan. “Kalau sedang memungkinkan, Ibu Ani bisa video call. Kadang juga boleh diajak jalan beberapa meter,” katanya.


SBY bercerita, sejak sepekan lalu dokter mengizinkan Ibu Ani jalan-jalan keliling ruangan di kamarnya. “Ya sekitar 9-10 menit saya menemani jalan keliling,” katanya. Yang menemani juga harus dalam kondisi fit dan sehat. Di Instagram, istri Ibas, Aliya Rajasa, dua hari lalu memposting fotonya sedang menemani Ibu Ani berjalan. Pak SBY tampak di balik kaca.

Berita Terkait : Mewakili Keluarga, AHY Mohon Ibu Ani Dimaafkan Bila Ada Kesalahan

Aliya menulis: “Suster Aliya sedang menjaga Memo exercise sambil diawasi oleh Pepo yang kala itu merasa kurang enak badan, jadi jaga jarak dulu sementara. Bagi kami yang ada di sekitar Memo harus dalam keadaan fit dan bersih sekali karena Memo tidak dapat terpapar dengan kuman atau virus. Kita doakan ya supaya Memo dan Pepo selalu kuat karena semua butuh kesabaran dan kekuatan dalam menjalani rangkaian pengobatan ini.”

Status Instagram ini sudah dikomentari oleh lebih dari 600, dari sekitar 800 ribu follower Aliya. Selain Aliya, yang sering menjaga Ibu Ani adalah Annisa. Istri AHY, Agus Yudhoyono. “Yang menjaga Ibu ya saya, anak dan mantu. Mantu lebih sering, karena AHY dan Ibas sekarang ini sedang sibuk bertugas di Jakarta,” kata SBY.

Kami ngobrol dengan SBY sekitar 20 menit. Di penghujung cerita, kami sempat menyinggung sedikit soal kondisi politik. “Jakarta sedang hangat ya,” kata SBY. Di akhir obrolan, SBY berpesan kepada capres yang akan bertarung. “Kalau kalah jangan patah. Kalau menang jangan terbang,” pesannya.

SBY mengharapkan, situasi menjelang dan selama pemilu, tetap damai. “Siapa pun yang menang harus disayang dan bisa merangkul yang kalah,” katanya. Pukul 15.30, kami pun pamitan. Keluar dari pintu selatan, Kent Ridge Wing National University Hospital dengan penuh harap semoga Ibu Ani diberi kesembuhan. ***

RM Video