Jatuhnya Ethiopian Air Dinilai Mirip Lion Air

Ombudsman: Kemenhub Jangan Ragu Larang Penerbangan Boeing 737 Max 8

Klik untuk perbesar
Ilustrasi Lion Air dengan jenis pesawat Boeing 737 Max 8. (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pasca jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines ET 302 di Addis Ababa, Ethiopia, Minggu (10/3), Anggota Ombudsman Bidang Transportasi Alvin Lie meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tak ragu melarang terbang pesawat Boeing 737 Max 8, yang dimiliki maskapai Tanah Air.

Untuk diketahui, pesawat Ethiopian Airlines  rute Addis Ababa-Nairobi yang jatuh itu, memiliki kesamaan dengan pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Oktober tahun lalu. Jenis pesawatnya, sama-sama Boeing 737 Max 8.

Berita Terkait : Soal Pencabutan Larangan Terbang Boeing 737 Max 8, Kemenhub Tunggu FAA

Alvin berpendapat, jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines itu mirip dengan jatuhnya Lion Air beregistrasi PK-LQP rute Jakarta-Pangkal Pinang. Dia mengatakan, pesawat itu menukik tajam pada ketinggian 8 ribu kaki atau 2.400 meter.

“Pesawat tersebut jatuh atau menukik tajam pada menit ke-6, pada ketinggian 8 ribu kaki. Mirip kecelakaan B737 Max 8 Lion Air,” bebernya, Minggu (10/3).

Berita Terkait : Southwest Airlines Batalkan 34 Penerbangan Boeing 737 Max 8


Sekadar mengingat, pesawat Lion Air hanya terbang kurang lebih 13 menit sebelum terhempas ke lautan, dan tak pernah sampai ke tujuannya, Pangkalpinang. Padahal, Lion Air PK-LQP itu adalah pesawat anyar. Lion Air baru memilikinya pada Agustus 2018. Pesawat itu baru mengantongi 800 jam terbang.

Karena itu, Alvin pun mendesak Kemenhub melarang penerbangan bagi semua pesawat Boeing 737 Max 8 yang dimiliki maskapai Indonesia.

Berita Terkait : Trump Akhirnya Kandangkan Boeing 737 Max 8

“Kemenhub perlu mencermati kecelakaan ini. Jangan ragu mengeluarkan larangan terbang sementara, terhadap semua B737 Max 8 di Indonesia. Demi mencegah terjadinya kecelakaan lagi,” tegas Alvin.
 Selanjutnya 

RM Video