Ruangguru Raih Penghargaan

Belva: Berawal Dari Mimpi

Klik untuk perbesar
CEO Ruangguru Adamas Belva Syah Devara (tengah) didampingi Founder Warta Ekonomi Fadel Muhammad (kanan) dan Dirut Koran Rakyat Merdeka Margiono (kiri) saat menerima penghargaan Anugerah Indonesia Maju kategori Pioneer of Education Technology Startup pada Senin (8/4) malam di Pullman, Jakarta. (Foto; Wahyu Dwi Nugroho).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Salah satu startup di bidang edukasi, Ruangguru mendapat penghargaan Anugerah Indonesia Maju kategori Pioneer of Education Technology Startup pada Senin (8/4) malam di Pullman, Jakarta. 
Pada ajang penghargaan yang digelar bersamaan dengan perayaan HUT Rakyat Merdeka dan Warta Ekonomi itu CEO Ruangguru Adamas Belva Syah Devara menyebut bahwa aplikasi yang dibangunnya itu sebetulnya  berawal dari mimpi.

Diakuinya, untuk merintis perusahaan digital dirinya tidak sendirian, karena membutuhkan berbagai proses termasuk diskusi, survey, ataupun riset. “Intinya kami bermimpi ingin supaya teknologi itu nantinya bisa menjadi jawaban terhadap persoalan pendidikan yang dihadapi oleh Indonesia sekarang,” ujarnya kepada Rakyat Merdeka usai acara malam penghargaan.

Berita Terkait : Bos KAI: Anugerah Indonesia Maju Memajukan Kita Semua


Anak muda yang biasa disapa Belva ini juga mengungkapkan rasa syukurnya bisa meraih penghargaan. Pasalnya, dalam  momen tersebut juga dihadiri berbagai tokoh mulai dari tokoh agama, pelaku usaha, hingga para Menteri yang terpilih meraih penghargaan. Bahkan Wakil Presiden, Jusuf Kalla juga turut hadir.

“Alhamdulillah hari ini mendapatkan penghargaan Anugerah Indonesia Maju 2019,” kata Belva.Dia kembali menceritakan secara singkat perjalanan membangun aplikasi Ruangguru hingga menjadi aplikasi terdepan yang digemari banyak siswa di Indonesia. Saat masih menempuh pendidikan kuliah dari tahun 2007 di Universitas Teknologi Nanyang Singapura hingga di Universitas Stanford dan Universitas Harvard di Amerika Serikat sudah mengamati mekanisme pendidikan di sana.

Berita Terkait : Menteri Rini Sabet Penghargaan Tokoh Penggerak Sinergi BUMN

“Saya sendiri saat masih berkuliah itu melihat teknologi sekolah di luar negeri di Singapura dan Amerika Serikat. Saya mengamati di sekeliling pertama dari mekanisme pendidikan saya melihat apa sih yang tidak ada di Indonesia tapi berkembang di sini Maksudnya di negara tempat saya berkuliah itu,” tuturnya.
 Selanjutnya 

RM Video