Kepala BNPB Di Redaksi RM

Konflik Diberesin, Citarum Diharumin, Bencana Diurus

Klik untuk perbesar
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo (tengah) didampingi Direktur Rakyat Merdeka Kiki Iswara Dharmayana (kanan) dan Perwakilan Warta Ekonomi Ikhsan (kiri) saat berkunjung ke kantor Harian Rakyat Merdeka, Jumat (12/4). (Foto: Wahyu Dwi Nugroho/Rakyat Merdeka).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Tegap, ganteng, ramah dan serba bisa. Begitu kesan yang terasa saat Letjen Doni Monardo berkunjung ke kantor redaksi Rakyat Merdeka, Jumat (12/4).

Karier militer Doni terbilang moncer. Jenderal bintang tiga ini juga bisa ditugaskan di mana saja. Me­redam konflik di Maluku bisa, ngurusin ikan, pohon dan bersih-bersih sungai juga bisa.

Sejak awal tahun lalu, Doni menjabat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Lembaga ini sebenarnya bukan lembaga militer. Meski begitu, Doni melaksanakan tugas dengan baik.

Berita Terkait : Kepala BNPB: Huntap Harus Kelar 3 Bulan Lagi

Sebelumnya, Doni menjabat Sesjen Dewan Pertahanan Nasional. Perwira tinggi TNI ini pernah menjabat sebagai Pangdam III/Siliwangi. Saat bertugas di Jawa Barat dan Banten, Doni mengeluarkan program Citarum Harum. Program terpadu untuk membersihkan sungai Citarum.

Sebelumnya, Doni ditugaskan sebagai Pangdam Pattimura dan Danjen Kopassus. Kemarin, Doni dan jajarannya berkunjung ke kantor redaksi sekitar pukul 14.30 WIB. Dia memakai batik merah marun.

Tangan kanannya menenteng tumbler atau botol minum. Kedatangan Doni disambut Komisaris Rakyat Merdeka Karim Paputungan, Direktur Rakyat Merdeka Group Kiki Iswara, Pemimpin Umum Ratna Susilowati, Pemimpin Redaksi Riky Handayani dan Wakil Pemimpin Redaksi Kartika Sari.

Berita Terkait : Kepala BNPB: Alat Pendeteksi Tsunami Akan Diamankan TNI

Hampir dua jam Doni berbagi pengalamannya saat bertugas di Maluku, Jawa Barat dan sebagai Kepala BNPB. Pertama ditugaskan di Maluku, Doni mengatakan, konflik masih sangat keras.


Di sejumlah daerah, masih terjadi pembunuhan. Sampai-sampai anak buahnya jenuh karena tiap minggu selalu ada konflik. Karena itu, dia membuat program non formal. Membuat acara pelatihan dengan mengundang desa konflik.

Mereka disuruh tinggal di satu barak, tempat tidurnya bersebelahan. Dengan gayung dan ember satu. Tujuannya, agar bisa saling komunikasi. Awalnya mereka ketakutan.

Berita Terkait : BNPB Punya 15 T Untuk Penanggulangan Bencana

Namun di akhir program para peserta ini sudah bertegur sapa. Bahkan sudah saling tukar hadiah dan makanan.

“Alhamdulillah, Maluku berubah drastis. Beberapa negara malah belajar ke Maluku mengubah konflik menjadi harmoni,” ujar Doni. Tak cuma itu, Doni juga ngurusin ikan dan pohon untuk menyelesaikan konflik.
 Selanjutnya 

RM Video