Lagi, Gunung Merapi Lima Kali Luncurkan Lava Pijar

Klik untuk perbesar
Gunung Merapi lima kali mengeluarkan lava pijar. Warga diminta waspada. (Foto : istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah meluncurkan lima kali guguran lava pijar ke arah Kali Gendol pada Sabtu (13/4).

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat lima guguran lava yang terpantau melalui CCTV dalam periode pengamatan pukul 00:00-00:06 WIB memiliki jarak luncur 250-900 meter.

Berita Terkait : Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran Sejauh 950 Meter

"Selain guguran lava, pada periode itu BPPTKG juga mencatat 22 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-55 mm selama 10-91 detik," kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu (13/4).


Sementara itu, hasil pengamatan visual menunjukkan asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis, sedang, hingga tebal dan tinggi 80 meter di atas puncak kawah. Angin di gunung itu bertiup lemah ke arah timur tenggara, dan selatan. Suhu udaranya 17-21.8 derajat celsius dan kelembapan udaranya 67-85 persen dan tekanan udara 628.5-708.7 mmHg.

Berita Terkait : Menpora Siapkan Beasiswa ke Pelajar

Hingga saat ini BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada Level II atau Waspada dan untuk sementara tidak merekomendasikan kegiatan pendakian kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian yang berkaitan dengan mitigasi bencana.

BPPTKG mengimbau warga tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi. Sehubungan semakin jauhnya jarak luncur awan panas guguran Merapi, BPPTKG mengimbau warga yang tinggal di kawasan alur Kali Gendol meningkatkan kewaspadaan.

Berita Terkait : Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran, Status Masih Level 2 Waspada

Masyarakat juga diminta tidak terpancing isu-isu mengenai erupsi Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah atau menanyakan langsung ke Pos Pengamatan Gunung Merapi atau kantor BPPTKG, atau melalui media sosial BPPTKG. [IPL]

RM Video