Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran 1.200 M Ke Hulu Kali Gendol

Klik untuk perbesar
Gunung Merapi saat menyemburkan awan panas pada Sabtu, 2 Maret 2019. (Foto: ANTARA)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah meluncurkan awan panas guguran, dengan jarak luncur 1.200 meter ke hulu Kali Gendol, Selasa (16/4). 

Dalam keterangan resminya, Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida mengatakan, selain awan panas guguran, tercatat pula 2 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur 600 meter ke Kali Gendol dalam periode pengamatan Selasa (16/4) pukul 00.00-06.00 WIB. 

Berita Terkait : Merapi Alami 3 Gempa Guguran dan 1 Gempa Embusan


Dalam periode pengamatan itu, terekam 1 kali gempa awan panas guguran dengan amplitudo 60 milimeter selama 120 detik, 8 gempa guguran dengan amplitudo 6-20 milimeter selama 20-70 detik, dan 1 kali gempa fase banyak dengan amplitudo 4 milimeter selama 5 detik.

Dari hasil pengamatan visual, asap kawah di Gunung Merapi  teramati berwarna putih dengan intensitas tipis, sedang, hingga tebal dan tinggi 20 meter di atas puncak kawah. Angin di gunung itu bertiup lemah ke arah Tenggara dan Selatan. Suhu udaranya 15-20.6 derajat Celsius, dengan kelembaban udara 74-97 persen, dan tekanan udara 568.5-708.6 mmHg.

Berita Terkait : Lagi, Gunung Merapi Luncurkan Lava Pijar

Hingga saat ini BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada Level II atau Waspada. Terkait status ini, masyarakat tidak direkomendasikan melakukan kegiatan pendakian untuk sementara waktu, kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian yang berkaitan dengan mitigasi bencana.


BPPTKG juga mengimbau warga tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi, dan menyarankan warga yang tinggal di kawasan alur Kali Gendol untuk waspada, karena jarak guguran awan panas yang semakin jauh. [HES]

Berita Terkait : Lagi, Gunung Merapi Lima Kali Luncurkan Lava Pijar


 

RM Video