Nggak Ngundang Jokowi, 212 Ee...Kamu Ketahuan

Presiden Jokowi menyalami para guru di acara Hari Guru Nasional 2018, Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (1/12). (Foto: IG @jokowi)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Sempat berniat mengundang Presiden Jokowi, panitia Reuni 212 tiba-tiba membatalkannya. Hanya Prabowo yang diundang jadi tamu kehormatan. E..e kamu ketahuan….

Pembatalan mengundang Jokowi itu tertuang dalam Maklumat Panitia Reuni Akbar Mujahid 212, yang beredar di sejumlah media sosial pada 30 November lalu. Dalam maklumat yang ditandatangani Ketua OC Ustadz Bernard Abdul Jabar, tertulis alasan batalnya panitia mengundang Jokowi. Yakni, karena Jokowi dinilai anti aksi 212. Bahkan, masih berupaya mengkriminalisasi ulama & aktivis 212. Pembatalan itu disebut merupakan arahan dari Habib Muhammad Rizieq Shihab dari Kota Suci Mekah.

Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif membenarkan maklumat itu. Dia membenarkan, ada arahan dari Habib Rizieq agar tak mengundang Jokowi. Alasannya, persis seperti yang tertulis dalam maklumat. Alasan lainnya, ada kekhawatiran protokoler Presiden bisa mengganggu kekhusukan acara. Panitia juga menyadari, banyak peserta yang kecewa terhadap kebijakan pemerintah.

“Dikhawatirkan, nanti memunculkan hal-hal yang tak diinginkan, yang membuat Pak Jokowi tidak nyaman,” beber Slamet dalam diskusi bertema "Seberapa Greget Reuni 212" di d’Consulate Resto, Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (1/12). Slamet mengakui, panitia mengundang Prabowo. Statusnya, tamu kehormatan. Slamet menegaskan, status tamu kehormatan itu sama dengan Ketua DPR, Ketua MPR, dan tokoh-tokoh lainnya seperti Sholahudin Wahid, Ustadz Arifin Ilham dan para ulama lain,  yang sebelumnya hadir dalam Aksi 212.

Slamet menjamin, jika hadir, Prabowo tidak akan diberi kesempatan untuk bicara. Apalagi, orasi untuk kampanye. “Akan kami posisikan sebagai tamu kehormatan. Duduk dzikir bersama. Tidak memberikan orasi apa pun,” tegasnya. Menurut Slamet, acara besok adalah acara kebangsaan, kemanusiaan dan keumatan. Pihak panitia membuat aturan main, agar acara tak ada sangkut pautnya dengan politik praktis.

Dalam maklumat pun sudah tertulis jelas, "jemaah peserta massa aksi dilarang membawa atribut partai dan calon presiden tertentu". Jamaah diserukan membawa bendera Merah Putih dan bendera tauhid aneka warna, sesuai yang disukai. Dana berasal dari kantong pribadi peserta. Tidak ada sumbangan dari partai politik. “Pos anggaran terbesar adalah untuk logistik. Itu semua dananya dari umat. Sampai tadi malam, ada 173 posko logistik. Anda bisa cek di rekening kita,” tantang Slamet.

Sementara, Waketum Gerindra Fadli Zon mengungkapkan niat Prabowo untuk hadir dalam reuni 212. “Tadi pagi saya sarapan bareng Pak @prabowo. Beliau sampaikan Insya Allah akan hadir besok acara silaturahim Reuni 212,” cuit Wakil Ketua DPR itu di @fadlizon, Sabtu (1/12) malam.

Mendengar kabar Jokowi batal diundang, PDIP langsung menuding gerakan Reuni 212 sarat politik. “Ya, itu pasti,” tutur Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto saat ditemui di Kantor DPP PDIP, Sabtu (1/12). “Namanya unsur-unsur politik, bahkan itu menjadi kampanye terselubung pasangan calon tertentu,” imbuhnya.

PDIP tak mempersoalkan digelarnya acara Reuni 212. Sebab, konstitusi menjamin kebebasan berserikat dan berkumpul.  “Apalagi kaitan dengan ibadah ya,” ucap Hasto, yang juga menjabat Sekjen TKN Jokowi-Ma’ruf Amin. Hasto memastikan, Presiden Jokowi akan tetap bekerja. “Beliau sebagai presiden, memiliki agenda yang sangat padat. Tetapi segala proses, Pak Jokowi itu untuk rakyat,” tandasnya.

Terpisah, Politisi PPP Ahmad Baidowi pun menyebut, dengan tidak mengundang Jokowi, gerakan Reuni 212 itu sudah tersingkap motif aslinya. “Alibi bahwa reuni tidak bermotif politik terbantahkan, karena saat yang sama justru paslon lain yang diundang,” tudingnya.

Sabtu (1/12) malam, para peserta reuni 212 mulai berdatangan di sejumlah masjid yang menjadi persinggahan. Ada 41 masjid yang disebut dalam pesan singkat yang tersebar. Salah satu yang disebut, Masjid Cut Meutia, semalam sudah dipadati para peserta. Sekitar 30-an orang dari Stasiun KA Gondangdia, terlihat berjalan kaki menuju ke masjid ini. Masjid Jami Al-Ishlah Petamburan, dekat markas FPI, yang menjadi salah satu titik para peserta yang nantinya berangkat menuju Monas, juga mulai dipadati peserta sejak Sabtu (1/12) sore.

Sementara di Monas, yang dibuka selama 24 jam untuk acara Reuni 212 ini, puluhan peserta juga sudah terlihat berkumpul. Mereka kompak mengenakan baju koko putih. Beberapa di antaranya membawa spanduk. Di monumen simbol Jakarta ini, panggung utama sudah terpasang dengan panggung kecil disamping kanan dan kirinya. Lokasi panggung berada di pintu masuk Monas, tepatnya, di depan patung Arjuna Wijaya atau simpang Indosat yang menghadap ke Istana Negara.

Aksi jalan bersama atau long march akan dimulai dari sejumlah titik masjid-masjid di Jakarta,  mulai Minggu (2/12) pukul 01.00 WIB menuju kawasan Monas. Sampai Monas, rangkaian acara Reuni 212 akan dimulai dari pukul 03.00 WIB. Agenda pertama adalah salat tahajud bersama, yang diimami Buya Ahmad Kurtubi dan doa oleh Abah Raudh Bahar. Kemudian, dilanjutkan shalat subuh berjamaah, yang rencananya akan diimami Nashier Zein. Lalu, dzikir bada subuh dipimpin Habib Muhammad Al Athas dan Habib Muhsin bin Zait Al Athas.

Rangkaian acara doa sejak subuh ini rencananya akan ditutup dengan pemutaran film karya Front TV berdurasi 7 menit dan video Kompilasi Dukungan 212. Acara ini juga diisi kegiatan peringatan Maulid Nabi, yang akan dipimpin Habib Muhammad bin Idrus Al Hadad, pada pukul 05.30 hingga 06.00 WIB. [OKT]

RM Video