Semangati Kaum Milenial Dalam Cari Kerja

Sutopo Curhat 32 Kali Kirim Lamaran Kerja, Cuma 7 Yang Dibalas

Klik untuk perbesar
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho foto bareng bersama para jurnalis, saat hari ulang tahunnya yang ke-49 di Kantor BNPB, Jakarta, 7 Oktober 2018. (Foto: IG @sutopopurwo)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kepala Pusat Data Informasi dan Humad Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, berbagi pengalaman kepada  kaum milenial, agar terus bersemangat dan pantang menyerah dalam mencari pekerjaan. 

Meski lulus S1 dari Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan predikat Cum Laude, terbaik, dan tercepat, Sutopo mengaku sulit mencari kerja pada masa itu. Bahkan di fakultasnya sendiri, Sutopo muda ditolak.

"Susahnya cari kerja. Meski lulus Cum Laude dan terbaik, cari kerja susah. Dari 32 lamaran: 7 lamaran ada balasan, 25 lamaran tidak ada balasan," ungkap Sutopo yang lulus UGM tahun 1993, melalui akun Twitternya, @Sutopo_PN, Kamis (2/5).

Berita Terkait : Kepala BNPB Resmikan Ruang Serba Guna Dr Sutopo Purwo Nugroho

Mahasiswa Teladan di Fakultas Geografi UGM dan peraih penghargaan dalam Lomba Karya Inovatif dan Produktif Tingkat Nasional selama dua tahun berturut-turut itu pun merinci, tempat mana saja yang pernah menolaknya.

"Ketemu buku lama tahun 1994. Setelah lulus S1 UGM, kirim lamaran 32 tempat. Hanya 7 yang dibalas dan tes. Saya ditolak jadi Dosen Fakultas Geografi UGM, Dosen Fakultas Geografi UMS (Universitas Muhammadiyah Surakarta), Dosen Perikanan IPB (Institut Pertanian Bogor), Dosen Universitas Esa Unggul, dan PT Garuda Indonesia. 16 lamaran tidak direspon," paparnya.

Buku Agenda Tahun 1994 milik Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, yang memuat data surat lamaarn kerja yang pernah dikirimnya, usai lulus dari UGM tahun 1993. (Foto: Twitter @Sutopo_PN)


Namun, pria asal Boyolali, Jawa Tengah ini pantang menyerah. Sutopo yang ayahnya berprofesi sebagai Guru SD dan ibunya pegawai Pengadilan Negeri Boyolali ini meyakini, setiap perjuangan yang dilalui dengan sungguh-sungguh, dan disertai dengan ketekunan, akan melahirkan sebuah kesuksesan.

Berita Terkait : BNPB: Sutopo Seorang Pengabdi Negara

"Kuncinya lulus test kerja adalah belajar TPA (Tes Potensi Akademik, red) dan psikologi dari buku-buku yang dijual di toko. Saya tiap hari belajar soal-soal itu. Jangan menyerah. Saya sampai kenal pegawai kantor pos, karena seringnya kirim lamaran. Juga doa. Saya tiap malam sholat tahajud, doa agar dapat kerjaan," tutur Sutopo.

"Alhamdulillah, diterima di 2 tempat bersamaan, di BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) dan PT Sumalindo Lestari Jaya. Ortu milih PNS saja ya sampai sekarang," imbuhnya.

Kerja keras dan ketekunannya pula, yang mengantar karier Sutopo di jenjang kepangkatan PNS sangat cepat. Pria yang mengawali kariernya sebagai peneliti di BPPT pada tahun 1994, berhasil meraih pangkat dan golongan sebagai Pembina Utama/ IVe  di usia 42 tahun. Setiap 2 tahun sekali, pangkat dan golongannya naik.

Berita Terkait : Undang Kadin Dan Hipmi Ke Istana, Ini Yang Dibahas Jokowi

Semangat kerja dan dedikasi yang tinggi untuk negeri itulah, yang membuat Sutopo seolah tak terkendala oleh kanker paru-paru stadium 4B yang dideritanya. Peraih gelar MSc dan PhD di Institut Pertanian Bogor (IPB) di Bidang Hidrologi yang bekerja di BNPB sejak 2010 ini, tetap semangat menyiarkan berbagai informasi kebencanaan. Terutama, melalui berbagai platform media sosial seperti Instagram, Twitter, dan Facebook. 

Banyak yang tak percaya, pria yang kelihatan bugar dan sehat ini diserang penyakit mematikan. Pasalnya, dia diketahui memiliki pola hidup sehat yang baik, tidak merokok dan minum alkohol. Bahkan, Sutopo tidak memiliki sejarah penyakit kanker secara genetis.


Saat ini menjabat sebagai Kepala Pusat Data Informasi dan Humas di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Selain itu juga sebagai Dosen di Pascasarjana UI, IPB dan Universitas Pertahanan. Sutopo juga sering mengajar di Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI. [HES]