Kepalanya Diancam Mau Dipenggal

Jokowi Sabar dan Senyum

Klik untuk perbesar
Presiden Joko Widodo. (Foto: IG@jokowi).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi tidak marah menyikapi ancaman pemenggalan kepala yang dilontarkan Hermawan Susanto atau HS (25), warga Palmerah, Jakarta Barat.

Jokowi memilih menanggapi ancaman tersebut dengan sabar dan senyum. “Ini kan bulan Puasa. Kita semua puasa. Yang sabar,” ucap Jokowi sambil tersenyum, saat ditanya wartawan soal ancaman pemenggalan dirinya, usai meresmikan Tol Pandaan-Malang, di Gerbang Tol Singosari, Malang, Jawa Timur, Senin (13/5).

HS sendiri sudah ditangkap Polisi di Parung, Bogor, Minggu (12/5) sore. Setelah ditangkap, dia me - ngaku khilaf dan meminta maaf. Namun, Polisi akan tetap memprosesnya secara hukum. HS dijerat pasal makar karena dianggap mengancam keamanan negara.

Berita Terkait : 5 Tahun untuk 5 Tahun

Jokowi tidak mau ikut campur mengenai masalah hukum HS ini. Dia menyerahkan sepenuhnya ke Kepolisian. “Proses hukum serahkan kepada aparat Kepolisian,” ucapnya.

Sikap sabar juga ditiru putra pertamanya, Gibran Rakabuming Raka. Gibran tidak reaksioner dengan acaman tersebut. Dia memilih fokus ibadah di bulan Ramadan. Gibran juga meminta hal itu tidak dibesar-besarkan

. Dia justru mendoakan HS dan mengajak publik untuk memaafkannya. “Sudahlah, enggak usah dibesar-besarkan. Kita yang sabar aja dan enggak usah terpancing emosinya. Mumpung lagi bulan Puasa, kita fokus ibadah aja. Semoga bapak yang ada di video itu diberikan pintu maaf,” kata Gibran lewat akun Twitter, @Chilli_Pari.

Berita Terkait : Ada Perang Dagang, Jokowi Minta Ekspor Mebel Dan Produk Kayu Digenjot

Dalam postingan selanjutnya, Gibran mengunggah satu gambar tangkapan layar dari Instagram yang berisi makian terhadap dirinya. Unggahan ini sebagai salah satu contoh. Dia mengatakan, kiriman direct message (DM) berisi makian tersebut tiap hari diterima dirinya.

Namun dia tidak marah. “Coba liat ini. Tiap hari ada aja yang DM kayak gini. Diemin aja. Namanya orang puasa kan pasti banyak cobaan. Fokus aja ke hal-hal yang positif,” tuturnya.


Sikap yang agak keras ditunjukkan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi'Ma’ruf. Juru Bicara TKN Irma Suryani Chaniago menyebut, HS memang harus ditindak agar ada efek jera dan tidak diikuti orang lain.

Berita Terkait : Dapat Penghargaan Dari Insinyur ASEAN, Jokowi Merendah

“Mengancam memenggal kepala itu sama saja punya rencana membunuh. Itu kriminal,” tegas politisi Nasdem ini.
 Selanjutnya