Mei 19 Bukan Mei 98

Klik untuk perbesar
Suasana ricuh di depan Gedung Bawaslu, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat (Foto: Rizky Syahputra/Rakyat Merdeka)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Situasi Jakarta dua hari terakhir mengingatkan sebagian orang pada peristiwa kerusuhan Mei 1998. Ada kerusuhan di beberapa lokasi, ada pusat perbelanjaan yang ditutup, dan ada penjagaan ketat di titik-titik strategis. Namun pemerintah memastikan Mei 2019 bukan Mei 1998, karena situasi Jakarta masih terkendali.

Kerusuhan yang terjadi di sejumlah titik sejak Rabu dinihari kemarin, membuat suasana Jakarta sedikit mencekam. Akibatnya, aktivitas keseharian warga dan perekonomian ikut terganggu. Beberapa pusat perbelanjaan di sekitar Gedung Bawaslu di Jl. MH Thamrin, memilih tutup. Beberapa di antaranya Pusat Grosir Tanah Abang, Sarinah dan Djakarta Theater.

Berita Terkait : Gunakan Medsos, Asing Menyiram Minyak di Papua

Gedung-gedung perkantoran pun memilih menghentikan aktivitasnya. Para pekerja diliburkan. Tak hanya memukul sektor riil, kerusuhan itu juga berimbas pada perdagangan di pasar modal dan nilai tukar rupiah. IHSG anjlok ke zona merah. Atau turun 11,74 poin ke level 5.939. Nilai tukar rupiah ikut melemah 26 poin. Menjadi 14.488 per dolar AS.

Layanan publik turut terganggu. Bus Transjakarta menutup sementara rute- rute yang melewati jalur rawan. MRT pun begitu. Stasiun MRT Bundaran HI misalnya, mempersingkat layanannya hingga pukul 1.30 siang kemarin.

Berita Terkait : Mengenang Maqam Rasulullah SAW

Aktivitas warga di Stasiun MRT Bendungan Hilir pun terpantau sepi. Stasiun yang biasa ramai oleh lalu lalang pekerja kantoran, hanya dilalui satu dua orang saja. Penjagaan berlapis diterapkan dari mulai pintu masuk di trotoar Bendungan Hilir hingga menuju area peron. Beberapa ruas jalan protokol seperti Sudirman, Thamrin dan Gatot Subroto, terpantau lengang. Akses masuk ke kawasan SCBD ditutup dengan penjagaan ketat.

Pemerintah merespons cepat aksi kerusuhan ini. Menkopolhukam Wiranto memastikan, situasi Ibukota tetap ter- kendali. Panglima TNI Hadi Tjahjanto menyatakan TNI akan mem-back up penuh polisi. Kondisi ini tidak akan pulih dalam sehari ini. Pasalnya, aksi unjuk rasa di depan Bawaslu, tadi malam, kembali ricuh.

Berita Terkait : Ada 192 Titik Panas di Sumatera, Riau Paling Banyak


Kronologi kejadiannya hampir serupa dengan kejadian malam sebelumnya. Awalnya, aksi berjalan tertib dan damai. Ribuan massa itu hanya berkumpul di perempatan Sarinah sambil mendengarkan orasi. Massa kemudian membubarkan diri tak lama setelah buka puasa dan shalat Maghrib berjamaah. Namun, tak lama usai masa bubar, tiba-tiba datang massa lain yang langsung membuat rusuh.
 Selanjutnya