Setelah SBY Akui Masih Bersahabat

Geger, Kalau Mega Jenguk Ibu Ani

Klik untuk perbesar
Megawati Soekarnoputri, SBY dan Jusuf Kalla. (Biro Pers Istana)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Sudah jadi rahasia umum, hubungan SBY dengan Mega mendingin sejak 2004. Namun, SBY menepis kabar tersebut. SBY mengaku masih bersahabat dengan Mega sampai sekarang. Pengakuan SBY itu menyegarkan tapi dianggap kurang nendang. “Kalau Mega menjenguk Ibu Ani di Singapura” ini baru geger dan gempar.

Pengakuan SBY itu disampaikan melalui video pidato kontemplasi Ramadan yang diputar di kediamannya, Mega Kuningan, Jakarta, Senin (27/5) malam. Dalam pidatonya itu, SBY bicara banyak hal. Soal situasi politik terkini, fitnah terhadap Ibu Ani dan terakhir terkait hubungannya dengan para mantan rivalnya di Pilpres. Kata dia, perbedaan politik dengan para mantan rivalnya tak membuat hubungan jadi renggang.

Begitu Pilpres selesai, kata dia, persahabatan dengan para rivalnya masih terjalin. Termasuk dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. “Setelah (pilpres) selesai, ya selesai. Tak berarti kita harus putus hubungan selamanya,” kata SBY, dalam video yang diputar di hadapan para keder dan pengurus teras Demokrat.

Pada 2004, SBY-JK bersaing dengan Mega-Hamzah Haz, dan Wiranto-Amien Rais. Di 2009, SBY- Boediono bersaing dengan Mega-Prabowo, dan JK-Wiranto.

Baca Juga : Bocah Jenius Belgia Hobi Main Games dan Medsos

“Sekarang saya tetap bersahabat dengan beliau semua,” ungkapnya.

SBY juga mengaku masih sering bertemu dengan para tokoh tersebut di forum kenegaraan. Pengakuan SBY ini mendapat sambutan hangat warganet.

Sebagian warganet menilai para tokoh seperti Mega dan SBY sudah mestinya jadi negarawan. Mengutamakan kepentingan negara di atas partai dan golongan.

Warganet lain menilaipengakuan SBY ini hanya pemanis bibir. Menurut akun @jemiprasetyo, kalau hubungan Mega dan SBY benar-be- nar bersahabat, mestinya Mega sudah nengokin Ibu Ani di Singapura. Senada disampaikan mantan aktivis 99 Harun Sulkam. Menurut dia, selama pengakuan bersahabat itu hanya muncul di mulut tanpa bukti nyata, maka persahabatan itu hanya sebagai pemanis politik. Hanya untuk menenangkan situasi saat ini.

Baca Juga : Pertamina Pastikan Pasokan BBM dan LPG di Kalimantan Aman Terkendali

“Akan berbeda ceritanya kalau Mega menjenguk Ibu Ani di Si- ngapura,” ujarnya.

Sejak Ibu Ani masuk rumah sakit awal Februari lalu, hampir seluruh tokoh menjenguk menjenguk Ibu Ani. Sebut saja ada Habibie, JK, Wiranto, Prabowo dan lain-lain. Para menteri di era SBY pun bergantian menjenguk Ibu Ani. Namun dari sekian tokoh itu Mega tak sekalipun menjenguk Ibu Ani di Singapura. Mega diwakilkan putrinya Puan Maharani yang menjenguk Ibu Ani medio Maret lalu. pemilik akun @ nadiku menilai pengakuan bersahabat itu biasa saja. Sudah seharusnya begitu.

“Yang luar biasa jika Bu Mega membesuk Bu Ani,” ujarnya.

Pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio mengakui hubungan SBY dengan Mega masih terdapat jarak. Tapi beberapa waktu terakhir ini, ia melihat ada upaya untuk menyambungkan kembali tali si- laturahmi itu. Salah satunya pengakuan SBY yang menyebut bersahabat baik dengan mantan rivalnya. Termasuk Megawati.

Baca Juga : Indonesia Kutuk Serangan Israel di Jalur Gaza

Sebelumnya, langkah menjalin silaturahmi juga terlihat saat Puan menjenguk Ibu Ani di Singapura. Kunjungan tersebut bisa dimaknai untuk mendinginkan suhu politik persaingan Megawati dengan SBY. Apalagi, kata dia, yang menemani Puan saat itu adalah Menpan RB Syafruddin dan Ketua Fraksi PDIP Utut Adianto. Kunjungan tersebut bisa dimaknai dua hal. Pertama, dari sisi kemanusiaan dan kedua sisi politik.

“Bisa ditafsirkan PDIP akan menerima Demokrat,” kata Hendri.

Hendri menilai, hubungan SBY dan Mega yang mendingin itu menghambat banyak kemungkinan kerja sama politik antara PDIP dan Demokrat. Hanya saja, lanjut dia, terlalu pagi menyimpulkan pujian SBY itu sebagai diterimanya Demokrat ke koalisi Jokowi. Menurutnya, selama SBY dan Mega masih terganjal drama, keduanya belum bisa lanjut ke urusan kawin politik.[BCG]