2019 Diangkat Jadi Pegawai Setara PNS

Alhamdulillah, Akhirnya Nasib Guru Honorer Berubah Juga

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy (kiri) bersama jajarannya mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi X DPR, di Kompleks Parlemen Senayan, Rabu (12/12). (Foto : Patra Rizki Syaputra/Rakyat Merdeka)
Klik untuk perbesar
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy (kiri) bersama jajarannya mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi X DPR, di Kompleks Parlemen Senayan, Rabu (12/12). (Foto : Patra Rizki Syaputra/Rakyat Merdeka)

 Sebelumnya 
Proses pengangkatan dilakukan sebelum Maret 2019. Guru honorer THK2 dengan kualifikasi S1 akan diangkat pada tahap awal. Kemudian, guru honorer yang tidak lolos seleksi CPNS 2018 di tahap selanjutnya. Sedangkan 74.794 guru yang belum S1 diminta segera menyelesaikan pendidikannya. Sebab, syarat menjadi guru PPPK harus berijazah paling rendah S1.

“Tidak boleh menabrak aturan. UU Guru dan Dosen sudah menggariskan minimal pendidikan S1 untuk calon guru. Rapat kerja ini digelar untuk mencari solusi atas permasalahan guru honorer, memberikan kepastian terhadap nasib guru yang tengah lama mengabdikan diri untuk bangsa,” jelas dia.

Baca Juga : Warga Tak Perlu Khawatir, Naik MRT Insya Allah Aman

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy siap melaksanakan kesepakatan ini. Pihaknya akan menjadwalkan rekrutmen guru PPPK pada Februari 2019. Dalam rekrutmen nanti, pihaknya akan mempertimbangkan pengabdian para guru honorer yang telah bekerja lama.“Sesuai pembicaraan dengan Menteri PAN-RB, disepakati untuk rekrutmen calon PPPK dari guru honorer adalah Februari. Mudah-mudahan ini bisa terlaksana,”
kata Muhadjir.

Sesuai kesepakatan dengan DPR, tambahnya, ada 150.669 guru honorer THK-2 yang akan direkrut menjadi PPPK. Namun, karena ada yang belum memiliki ijazah S1, sebanyak 74.794 guru belum bisa diangkat tahun depan. “Kalau tidak S1 dan tetap dipaksakan diangkat PPPK bisa ramai-ramai masuk penjara kita,” celetuk Muhadjir disambut peserta rapat.

Baca Juga : Mendramatisir Corona

Deputi SDM Aparatur Kementerian PAN-RB Setiawan Wangsaatmadja membenarkan rencana rekrutmen CPPPK digelar antara Februari-Maret 2019. Saat ini, pihaknya tengah menunggu pertimbangan teknis dari Kementerian Keuangan terkait anggaran dan jumlah formasi jabatan yang disiapkan. “Masih dibahas terus. Yang pasti, untuk tenaga guru dan kesehatan akan dibuka. Sedangkan formasi jabatan lain masih dibahas,” tandas Iwan, sapaan akrab Setiawan Wangsaatmadja. [ONI]