Tutup Saluran Komunikasi yang Digunakan Jaringan Teroris

Ketua DPR Bambang Soesatyo (Foto: Istimewa)
Klik untuk perbesar
Ketua DPR Bambang Soesatyo (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Ketua DPR Bambang Soesatyo memberi apresiasi ke Kepolisian yang selalu sigap dalam mengantisipasi aksi terorisme. Dia pun berharap, Kepolisian bisa memberantas terorisme tuntas sampai akar-akarnya.

Senin kemarin, Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri bersama Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah yang menangkap 33 orang terduga teroris bagian dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang berafiliasi ke ISIS di Kalimantan Tengah (10/6). Yang ditangkap tersebut terdiri atas 15 laki-laki dewasa, 8 perempuan dewasa, dan 10 anak-anak.

Berita Terkait : Bamsoet Puji Gaya Bikers Wapres Ma`ruf Amin

"Kita tentu memberikan apresiasi kepada Kepolisian yang selalu waspada. Kami mendorong Kepolisian untuk mengusut tuntas dan membongkar jaringan teroris tersebut termasuk motif dan aksi-aksi yang akan dilakukan," tutur politisi yang akrab disapa Bamsoet ini, Rabu (12/6).

Agar paham-paham, radikal dan terorisme tidak terus menyebar, Bamsoet juga mendorong Kepolisian bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk melakukan terobosan jitu. "Salah satunya, menutup saluran komunikasi yang digunakan oleh jaringan teroris," imbuhnya.

Berita Terkait : Bamsoet Ajak Ormas Perang Total Lawan Narkoba

Bamsoet juga berharap agar Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) turun tangan. KPPPA dan KPAI perlu memberikan perlindungan terhadap sepuluh anak-anak yang ikut ditangkap oleh Kepolisian, serta memberikan rehabilitasi dan pendampingan sosial guna menghapus paham radikalisme.

Pemerintah dan tokoh masyarakat juga tidak boleh berdiam diri. Pemerintah dan rokoh masyarakat daerah perlu untuk terus memberikan sosialisasi mengenai akibat yang ditimbulkan oleh paham radikalisme maupun gerakan terorisme terhadap dirinya pribadi maupun negara.

Berita Terkait : Bamsoet: PPHN Jamin Stabilitas Politik, Hukum, dan Ekonomi Bangsa Indonesia

Untuk masyarakat, Bamsoet mengimbau untuk kritis dalam menerima informasi. Terutama informasi yang berkaitan dengan paham radikal ataupun intoleransi antar umat beragama.

"Kami juga meminta masyarakat untuk selalu waspada dan berpartisipasi dalam menjaga keamanan di lingkungan tempat tinggal serta melaporkan ke aparat Kepolisian apabila mengetahui adanya potensi pergerakan terorisme dan radikalisme," tandasnya. [USU]