Di Depan 1.000 Mahasiswa

Basarah: Ayo Awasi & Kawal Spirit Reformasi!

Wakil Ketua MPR, Ahmad Basarah (tengah berpeci) saat menyerukan pada mahasiswa dan para pemuda untuk melawan korupsi di Mojokerto, Jawa Timur, Sabtu (15/12). (Foto: Twitter MPR RI @mprgoid)
Klik untuk perbesar
Wakil Ketua MPR, Ahmad Basarah (tengah berpeci) saat menyerukan pada mahasiswa dan para pemuda untuk melawan korupsi di Mojokerto, Jawa Timur, Sabtu (15/12). (Foto: Twitter MPR RI @mprgoid)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua MPR, Ahmad Basarah menyeru mahasiswa untuk terus menggelorakan gerakan melawan korupsi. Perjuangan keras mahasiswa  dalam reformasi 1998 yang berujung lengsernya Soeharto, merupakan tonggak awal melawan korupsi yang perlu terus dipegang.

Seruan ini disampaikan Basarah ke sekitar 1.000 mahasiswa dan pemuda di acara Jambore Kebangsaan 2018, di Ubaya Training Center, Mojokerto, Jawa Timur, akhir pekan kemarin. Jambore ini diikuti organisasi ekstra kampus dan intra kampus. Seperti GMNI, HMI, PMII, GMKI, PMKRI, IMM, KAMMI, KMHDI, Pemuda Muslimin, BEM se-Jawa Timur serta komunitas pemuda yang ada Jawa Timur. 

Baca Juga : Kemenkes: Info 6 Kota Zona Kuning Corona Hoaks

Dalam orasi kebangsaannya, Basarah menyatakan, mahasiswa tidak boleh lupa dengan perjuangan. Reformasi 1998 yang dimotori pemuda dan mahasiswa bersama rakyat melahirkan enam tuntutan, salah satunya adalah pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).  “Akibat tuntutan reformasi itu, Presiden Soeharto mundur dari jabatannya pada 21 Mei 1998,” tuturnya.

Basarah menerangkan, masalah KKN menjadi perhatian serius para aktivis gerakan reformasi waktu itu. Karena pentingnya masalah tersebut, tidak mengherankan jika berbagai produk hukum yang lahir di era reformasi memiliki spirit memberantas tindak pidana korupsi.  Misalnya, lanjut Basarah, TAP MPR Nomor XI/1998 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dari KKN yang lahir sebagai respons tuntutan reformasi. Kemudian, UU Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak 

Baca Juga : Pengamat: Langkah Jaksa Agung Sangat Berani dan Cepat

Pidana Korupsi juga demikian. Berkaca dari hal tersebut, sudah menjadi kewajiban dan tanggung jawab generasi muda untuk bersatu padu mendukung KPK, Polri, dan Kejaksaan melawan dan memberantas tindak pidana korupsi.  “Ada tiga jenis kejahatan luar biasa (extra ordinary crime) yang sudah ditetapkan negara kita, yaitu narkoba, terorisme, dan korupsi. Untuk mengatasi kejahatan luar biasa tersebut, negara kita telah membentuk KPK, BNN, dan BNPT,” terang Basarah

Khusus perang terhadap korupsi, kata Basarah, ibarat sebuah perjuangan ingatan versus melawan lupa. Generasi muda jangan melupakan salah satu tuntutan reformasi yang harus terus dikawal adalah pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme, termasuk di dalamnya kasus-kasus korupsi di masa lalu.

Baca Juga : Mahfud MD Pastikan RI Masih Zero Virus Corona

“Inilah panggilan dan tugas sejarah bagi pemuda dan mahasiswa. Mari, kita singsingkan lengan. Awasi dan kawal spirit reformasi tersebut. Jangan sampai praktik KKN terus menggerogoti denyut nadi dan me-lumpuhkan sendi-sendi kehidupan bangsa Indonesia,” seru Wasekjen PDIP ini. Di sisi lain, Basarah juga meminta generasi muda menjauhkan diri dari penggunaan narkoba. 
 Selanjutnya