Forum Internasional di Rusia

DPD RI Ajak Semua Parlemen Hadapi Ancaman Global

Wakil Ketua DPD RI, Nono Sampono saat memberikan sambutan di acara The second International Forum Development of Parlementism yang diselenggarakan di Moskow, Rusia, Selasa ( 2/7). (Foto: Humas DPD RI)
Klik untuk perbesar
Wakil Ketua DPD RI, Nono Sampono saat memberikan sambutan di acara The second International Forum Development of Parlementism yang diselenggarakan di Moskow, Rusia, Selasa ( 2/7). (Foto: Humas DPD RI)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua DPD RI, Nono Sampono, memberikan sambutan di acara "The second International Forum Development of Parlementism", yang diselenggarakan di Moskow, Rusia, hari Selasa ( 2/7).
Dalam sambutannya, Nono menyampaikan terima kasih atas undangan kepada rombongan DPD RI sebagai wakil dari Indonesia untuk menghadiri sekaligus dapat berbicara di forum tersebut.

Berita Terkait : DPD RI Komitmen Kemitraan Strategis

"Pertemuan ini sangat penting bagi perlemen berbagai negara dari di belahan dunia khususnya parlemen Asia, Eropa dan Afrika dalam membahas berbagai isu-isu strategis dan berbagai tantangan global," papar Nono di hadapan delegasi dari 132 negara dengan 800 anggota parlemen.

Berita Terkait : Reydonnyzar Moenek Apresiasi Penyelenggaraan Apkasi Otonomi Expo 2019

Lebi lanjut Nono mengatakan,"Seperti kita ketahui bersama di tengah upaya masing-masing negara yang sedang berjuang dalam memperjuangkan kepentingan nasionalnya demi kemajuan dan kesejahteraannya, kita juga memiliki kewajiban kolektif secara bersama-sama dalam menciptakan kawasan bahkan dunia yang stabil, aman dan damai."

Berita Terkait : DPD RI Komitmen Dukung Investasi Rusia di Indonesia

Menurut Nono, saat ini dunia dihadapkan kepada berbagai tantangan yaitu: ketegangan politik, konflik sipil bahkan militer, kekerasan dalam demokrasi, pelanggaran hak azasi manusia, krisis ekonomi dan keuangan, ancaman katahanan pangan dan energi, bencana alam dan kerusakan lingkungan hidup, kesenjangan dan kemiskinan masih merajalela sampai dengan ancaman terorisme.  "Adalah tepat bila parlemen negara-negara dunia untuk ikut andil dalam menyelesaikan sekaligus mencari solusi terhadap persoalan-persoalan tersebut di atas."
 Selanjutnya