Sosialisasi Empat Pilar Perpanjang Umur Negara

Anggota Lembaga Pengkajian MPR , Wahidin Ismail dalam acara Sosialisasi Empat Pilar yang dihadiri oleh para anggota Resimen Mahasiswa (Menwa) di Manado, Sulawesi Utara, Minggu (21/7). (Foto: Humas MPR)
Klik untuk perbesar
Anggota Lembaga Pengkajian MPR , Wahidin Ismail dalam acara Sosialisasi Empat Pilar yang dihadiri oleh para anggota Resimen Mahasiswa (Menwa) di Manado, Sulawesi Utara, Minggu (21/7). (Foto: Humas MPR)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Belakangan harus diakui, Pendidikan Pancasila mulai redup. Sehingga, anak-anak dan generasi muda mulai kehilangan jati diri bangsa. Untuk menggelorakan kembali nilai-nilai Pancasila, MPR menggelar Sosialisasi Empat Pilar dengan metode outbond Bela Negara yang diikuti 100 Resimen Mahasiswa (Menwa) se-Sulawesi Utara, di Manado, Minggu (21/7).

Anggota Lembaga Pengkajian MPR Wahidin Ismail yakin, Sosialisasi Empat Pilar mampu menumbuhkan sikap patriotisme terhadap negara. Ia menegaskan, suatu bangsa akan mati bila tidak mampu merawat dan mengelola potensi yang dimiliki. Uni Soviet, Yugoslavia, dan beberapa negara lainnya pecah dan bubar karena tidak bisa merawat dan mengelola keberagaman yang dimiliki. "Dengan begitu, tak ada jaminan sebuah bangsa akan terus bertahan. Kita semua, tak ingin Indonesia seperti itu. Indonesia harus mampu menjaga persatuan dengan semangat Empat Pilar," tuturnya.

Berita Terkait : Riza Patria Sosialisasi Empat Pilar Di Rayon KAHMI Unkris

Wahidin menilai, luasnya wilayah Indonesia dan keanekaragaman suku, bangsa, dan agama yang ada tak hanya merupakan suatu bentuk kekayaan, tetapi juga menyimpan potensi perpecahan. Beruntung, selama ini, bangsa Indonesia masih mampu menjaga persatuan. Meski beberapa kali sempat diuji. Antara lain, dalam penyelenggaraan Pemilu yang dinamis. 

"Saya harap, ke depannya, semua akan menyatu. Bangsa ini telah menghadapi berbagai cobaan dan lulus dalam ujian itu. Bangsa kita berhasil membuktikan diri, bahwa kita mampu merawat titipan dari pendiri bangsa,  ikatan dalam keragaman yang menjadi pegangan bersama," ucap mantan Anggota DPD dari Papua Barat.

Para anggota Resimen Mahasiswa (Menwa) se-Sulawesi Utara berfoto bersama usai pembekalan Sosialisasi Empat Pilar di Manado, Minggu (21/7) (Foto: Humas MPR)

Berita Terkait : Sosialisasi 4 Pilar di Desa Wisata Olele, Fadel Ingatkan Masyarakat Jaga Kelestarian Alam

Para Menwa sebagai generasi muda, diakui mempunyai peran penting dalam ikut menjaga dan merawat Indonesia."Sosialisasi ini membuat Menwa makin sempurna untuk melanjutkan cita-cita pendiri bangsa. Para Menwa harus menjadi virus yang baik untuk persatuan bangsa," kata Wahidin.

Sejumlah peserta mengaku senang dengan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR dengan metode outbond Bela Negara ini. “Outbond ini merupakan langkah taktis untuk mengingatkan kembali nilai-nilai kebangsaan guna menangkal pengaruh budaya dan ideologi yang tak sesuai dengan kepribadian dan nilai-nilai luhur,” ujar Thahir, alah seorang Menwa. 

Berita Terkait : Sosialisasi Empat Pilar MPR di Gorontalo, Fadel Cerita Usulan Amandemen UUD 1945

Untuk itu, dia mengucapkan terima kasih kepada pemateri dan pelatih dalam acara yang digelar mulai 19 Juli tersebut. Thahir berharap, kegiatan seperti yang dialami dilaksanakan di tengah masyarakat lainnya. "Karena masih banyak masyarakat yang awam terhadap Pancasila, sehingga rawan disusupi budaya dan ideologi yang tak sesuai dengan nilai-nilai bangsa," tuturnya.

Anggota Menwa lainnya, Devita Perwana, terkesan dengan kegiatan yang mendatangkan pelatih dari Kopassus. "Kegiatan ini membuat wawasan saya bertambah. Sebagai generasi muda, kami didorong untuk menjadi agent of change. Semoga, kegiatan ini makin banyak diselenggarakan di kampus-kampus," ucapnya. [QAR]