RMco.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi II DPR Firman Soebagyo meminta Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) lebih hati-hati merilis atau memprediksi musim kekeringan, yang bakal terjadi tahun ini. Dia tak ingin, prediksi kekeringan yang berlebih, memicu kepanikan di masyarakat yang pada akhirnya mendorong aksi spekulan.

"Ini kan baru ramalan, akurasinya belum tentu benar sepenuhnya. Sementara, kekeringan ini kan setiap tahun juga terjadi. Cuma ketika di-endorse (rekomendasi terhadap musim kering/kemarau, red) seakan-akan sangat genting dan mengancam perekonomian nasional, akhirnya masyarakat bahkan pemerintah resah. Ujung-ujungnya, memicu spekulan. Disebutlah krisis pangan akan terjadi, sehingga pemerintah harus impor (beras),” kata Firman di Jakarta, Sabtu (27/7).

Baca Juga : Suga, PM Baru Jepang yang Sit-up 100 Kali Sehari

Pernyataan politikus senior Golkar ini dilontarkan untukmenyikapi informasi dari BMKG, mengenai kekeringan tahun ini, yang diprediksi lebih parah. Jika kekeringan ini tidak diantisipasi, banyak wilayah akan mengalami gagal panen, sehingga bisa memicu stabilitas perekonomian nasional.

Bagi Firman, prediksi BMKG ini sangat spekulatif. Ia menilai, prediksi ini seakan-akan menggambarkan bahwa pemerintah tidak membuat suatu terobosan yang berarti, untuk mengantisipasi kekeringan yang memang sudah menjadi langganan setiap tahunnya.

Baca Juga : Sekda Saefullah Gagal Napas Akibat Covid

“BMKG ini kan lembaga yang memang menginformasikan situasi kondisi terkait perubahan cuaca, iklim dan sebagainya. Bahkan, menyampaikan indikasi bencana juga menjadi tugas BMKG. Tapi yang namanya kekeringan, kan setiap tahun terjadi. Tidak semua wilayah di Indonesia juga mengalami kekeringan,” papar Firman.
 Selanjutnya