Update Ibu Kota Negara

Bikin Pansus Pemindahan Ibukota, DPR Gerak Cepat

Klik untuk perbesar
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - DPR mendukung keputusan Presiden Jokowi memindahkan ibukota negara ke Kalimatan Timur. Mereka langsung gerak cepat dengan membuat Panitia Khusus (Pansus), kemarin.

Saat membuka Sidang Paripurna, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan, DPR mendapatkan surat dari Presiden Jokowi tentang pemindahan ibu kota. Dalam surat tersebut juga dilampirkan hasil studinya.

“DPR harus membuat respons terhadap surat Presiden. Lalu, mekanismenya apa? Agar semua fraksi terlibat, maka mekanismenya adalah dibentuklah Pansus,” kata Fahri.

Baca Juga : Kesadaran Orang Tua Ajarkan Anak Gosok Gigi Masih Minum

Anggota DPR yang hadir pun setuju. “Bisa kita sepakati ya?” tanya Fahri. Jawaban anggota dewan yang hadir pun serempak. “Sepakat”. Dari 10 fraksi, hanya Partai De￾mo krat yang belum nyetorin nama anggotanya untuk menjadi anggota Pansus Ibu Kota Baru.

Fahri meminta, partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono itu segera menyetorkan nama. Sebab, waktunya sangat sempit ka rena DPR periode ini akan berakhir bulan ini. Ketua Komisi II DPR, Zainudin Amali menambahkan, anggota pansus ini bukan untuk menyusun Undang Undang Ibu Kota, tetapi hanya untuk menyikapi usulan pengkajian pemindahan ibu kota yang digagas Presiden Jokowi beberapa waktu lalu.

“Jadi hanya merespons permintaan perme rintah dalam hal ini Presiden. Bukan untuk membuat undang-undang,” kata dia.

Baca Juga : Kemenpora Persiapkan Kepemimpinan Pemuda dalam Rumah Tangga

Ia menargetkan, kerja Pansus akan dilaporkan pada 30 September 2019 atau akhir masa jabatan anggota DPR. Selesai atau tidak, Pansus akan memberi laporan kepada pimpinan. Jika belum kelar, mereka akan me lapor kan kepada pimpinan DPR yang ke mudian melaporkannya kepada dewan periode berikutnya untuk melanjutkan Pansus.

ZA-sapaan akrab Zainudin Amali ini menjelaskan, Pansus ibu kota baru beranggotakan 30 orang. “PDIP paling banyak 6 orang, Golkar 5. Saya salah satu dari 5 orang itu. Sisanya sesuai porsi,” paparnya.

Dari Fraksi PDIP ada Charles Honoris, Ihsan Yunus, Adisatrya Suryo Sulisto, Indah Kurnia, Vanda Sarun dajang dan Arteria Dahlan. Fraksi Golkar ada Zainudin Amali, Dadang Muchtar, Adies Kadir, Muhidin Muhammad Said, dan Sarmuji. Fraksi Gerindra ada Rahayu Djo jo￾hadikusumo, Bambang Haryo, Nizar Zahro, dan Supratman Andi Agtas.

Baca Juga : Pelindo IV Sabet Penghargaan Operator Pelabuhan Terpercaya

Fraksi PAN menyetorkan naman Yandri Susanto, A Bakri, dan Jon Erizal. Sedang Fraksi PKB mengirim kan nama Bertu Merlas dan Nihayatul Wafiroh.

Dari Fraksi PKS, ada Mardani Ali Sera dan Sukamta. Kemudiian Arwani Thomafi dan Ahmad Mus taqim dari Fraksi PPP. Kemudian Syarif Abdullah Alkadri dan Ahmad M Ali dari Fraksi NasDem dan dari Fraksi Hanura ada Inas Nasrullah Zubir. Fraksi Demokrat belum menyetorkan nama.***