Peringati Sumpah Pemuda, PKS: Anak Muda Harus Bisa Bersaing Di Global

Klik untuk perbesar
Anggota DPR Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Aboebakar Alhabsyi. (Foto: FPKS)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Setiap tanggal 28 Oktober, rakyat Indonesia memperingati hari Sumpah Pemuda. Anggota DPR Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Aboebakar Alhabsyi berharap, generasi muda bisa menjawab tantangan sesuai dengan perkembangan zaman. Pasalnya, tantangan pemuda Indonesia menghadapi era revolusi industri 4.0 tidaklah mudah. 

“Hal ini harus benar-benar dipersiapkan sejak dini, sehingga para pemuda kita akan mampu bertahan di persaingan global,” ujar pria yang akrab disapa Habib Aboe di Jakarta, Senin (28/10).

Aboe Bakar menambahkan, dalam bersaing di pentas global, banyak tantangan yang harus dihadapi. Tantangan pertama, para pemuda harus siap dengan era disrupsi, dimana segela sesuatu sudah diatur dengan bantuan sistem otomasi, kecerdasan buatan, maupun konsep internet of things.

Berita Terkait : Lazio Tembus Tiga Besar, AS Roma Lumat Brescia

“Diperkirakan akan ada lima juta pekerjaan yang hilang akibat munculnya inovasi di bidang teknologi. Oleh karena itu, jangan heran jika dalam waktu dekat, saingan terdekat dari para pemuda itu bukan lagi tenaga kerja lulusan universitas ternama, melainkan keberadaan teknologi terapan termutakhir,” lanjut Aboe Bakar.

Tantangan kedua, kata Aboe Bakar, bonus demografi yang akan dialami oleh Indonesia mulai tahun 2020. Dimana ditandai dengan jumlah penduduk usia produktif di rentang 15-64 tahun yang lebih besar dibandingkan dengan penduduk usia non produktif. 

“Artinya, para pemuda ini akan mengalami persaingan yang cukup ketat di dalam negeri. Karena banyak usia produktif yang akan menjadi pesaing mereka sejak tahun depan,” tegas Habib Aboe.

Baca Juga : Pemprov DKI dan KAI Perkuat Kerjasama

Habib Aboe menambahkan, tantangan ketiga, banyaknya generasi muda yang senantiasa penuh dengan ide-ide segar. Ini artinya, sesama para pemuda akan adu gagasan dalam pengembangan bisnis. Oleh karenanya, kita harus selalu mendorong munculnya berbagai ide kreatif dan berinovasi, agar gagasan segar dapat senantiasa lahir dan bertumbuh.

“Hadirnya berbagai tantangan tersebut, para pemuda harus ingat dan berpegang teguh pada falsafah kita yaitu pancasila. Utamanya sila pertama, tentang Ketuhanan Yang Maha Esa,” ujar Aboe Bakar. 

Menurut Aboe Bakar, apapun yang terjadi, seberat apapun tantangan yang ada, kita harus menyandarkan seluruh usaha yang dilakukan dalam kerangka keimanan. “Hal ini diperlukan untuk mereduksi tingkat stress ataupun munculnya sikap prustasi. Sehingga daya tahan mereka akan tetap baik meskipun dalam persaingan yang sangat keras,” tukas Habib Aboe. [DIT]