RMco.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi III DPR, Luqman Hakim menyarankan, pemerintah melakukan moratorium penggunaan skuter listrik seperti GrabWheels di ranah publik. Hal ini terkait dengan banyaknya keluhan masyarakat dan adanya korban meninggal.

“Sebelum diterbitkannya aturan teknis yang jelas, masyakarat dan operator layanan ini tidak boleh menggunakannya di ranah publik. Jika masih ada yang melanggar, mereka harus ditindak tegas sesuai Undang-Undang Lalu Lintas,” ujarnya usai menghadiri Rapat Kerja antara Komisi III DPR Kapolri, Rabu sore (20/11).

Berita Terkait : Pertamina Nyumbang Rp 10 M Untuk Pembangunan Gedung Laboratorium FTUI

Menurut dia, pemerintah perlu melakukan antisipasi terhadap sesuatu yang bisa menjadi tren di masa depan yang dilakukan secara masif. “Jangan sampai suatu saat nanti, ketika ini sudah menjadi tren yang masif, pemerintah seperti tergagap dengan adanya kasus yang ditimbulkan dari penggunaan skuter listrik yang tanpa aturan keselamatan yang jelas,” tukasnya.

Menurut dia, kasus kecelakaan yang merenggut nyawa dua orang pengguna skuter listrik  Grabwheels beberapa waktu lalu dijadikan pertimbangan diterbitkannya aturan itu segera.

Baca Juga : Balikin Duit Korupsi, Mantan Bupati Bogor Tidak Ditahan

Usulan itu juga sempat dilontarkan Luqman di forum Raker dengan Kapolri beserta jajarannya.  Dia merujuk kepada Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan No. 22 tahun 2009 yang mengkategorikan skuter listrik ini sebagai kendaraan bermotor. Oleh karena itu, penggunaannya pun harus patuh pada peraturan perundang-undangan yang berlaku, terutama dari sisi jaminan keselamatan bagi penggunanya.

“Misalnya, ada aturan yang memuat di mana dia harus beroperasi, lalu harus ada izin yang jelas dan di mana harus didaftarkannya. Sesuai aturan keselamatan dalam berkendara roda dua, misalnya dia harus memakai helm, pelindung lutut dan sebagainya. Selain itu, saya juga mengusulkan agar kecepatannya diatur. Karena jika tidak, dapat membahayakan diri penggunanya maupun pengguna jalan lainnya,” tandas Luqman.

Baca Juga : Para Dubes OKI Puji Budaya & Kemajuan Industri Strategis Indonesia

Menanggapi usulan Luqman tersebut, Kapolri Idham Aziz mengatakan, telah menangkap pelaku yang menabrak enam pengguna layanan skuter listrik Grabwheels pada tanggal 10 November lalu, yang dua di antaranya meninggal dunia. “Kami juga akan melakukan koordinasi dengan stakeholder terkait dalam menanggapi masalah [skuter listrik] tersebut,” katanya. [DIT]