DPR Happy Perdagangan RI dan Jepang Terus Meningkat

Klik untuk perbesar
Wakil Ketua DPR Rachmat Gobel bertemu dengan mantan PM Jepang Yosuo Fukuda di Jakarta. (Foto: Instagram Rachmat Gobel)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua DPR bidang Industri, Rachmat Gobel happy, nilai perdagangan RI-Jepang terus naik. Menurut dia, nilai ekspor nonmigas Indonesia ke pasar Jepang pada 2018 capai 16,31 miliar dolar AS.

“Trend positif ini diharapkan terus berlangsung dengan pertumbuhan yang lebih baik,” kata Rachmat seusai menjamu mantan PM Jepang Yosuo Fukuda bersama petinggi perusahaan Jepang dalam acara Indonesia-Japan Friendship Night di Jakarta, Rabu malam (20/11).

Pada pertemuan itu hadir para menteri Kabinet Indonesia Maju. Hadir Ketua Dewan Pembinan Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Jepang (PPIJ) Ginanjar Kartasasmita.

Berita Terkait : Kerja Sama Perdagangan dan Investasi dengan Jepang Meningkat, Kualitas SDM Terdongkrak

Rachmat yang juga Ketua Umum PPIJ itu mengatakan, kedatangan Fukuda yang mengikutsertakan petinggi berbagai perusahaan industri dan lembaga keuangan Jepang ini patut mendapat apresiasi.

Pasalnya, ini merupakan delegasi luar negeri pertama yang berkunjung ke Indonesia sejak Presiden Jokowi dilantik pada 20 Oktober 2019 lalu.

Menurut dia, kedatangan Fukuda memang memberi angin yang lebih positif terhadap peningkatan ekonomi dan investasi Jepang di Indonesia. Ini antara lain terlihat dari hasil pembicaraan delegasi Fukuda dengan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

Berita Terkait : KPK Tetapkan Petinggi Hyundai dan Direktur King Properti Tersangka Pemberi Suap

Menurut Rachmat, selain meningkatkan kerja sama perdagangan dan investasi, Indonesia juga perlu meningkatkan kerja sama dalam pengembangan sumber daya manusia yang kini menjadi salah satu program prioritas Presiden Jokowi.

Untuk itu, PPIJ telah menyampaikan kepada Fukuda yang juga Ketua Japan Indonesia Association (Japinda) untuk mendorong kerja sama dalam pengembangan sumber daya manusia ini. Dari hasil survey yang dilakukan setiap tahun oleh Japan Student Services Organization (JASSO) terlihat bahwa, meski jumlah siswa Indonesia yang belajar di Jepang meningkat dua kali lipat pada 2018 menjadi 6.277 orang, tapi dibandingkan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 265 juta jiwa, persentase masih sangatlah kecil. 

“Indonesia tertinggal dari Vietnam yang telah mengirimkan 72.345 orang siswanya pada tahun 2018, padahal total populasi Vietnam hanya 96 juta jiwa,” ujarnya.

Baca Juga : Lahirkan Human Champions di Era Industri Aviasi 4.0, AP II Gandeng BPSDM Kemenhub

Dalam pertemuan dengan rombongan Fukuda di Istana Merdeka, Presiden Jokowi antara lain mengungkapkan pembangunan blok Masela, dan pembangunan sejumlah proyek infrastruktur. Presiden juga berharap, Jepang dapat berperan dalam pembangunan sejumlah infrastruktur di kawasan destinasi wisata yang tengah digalak seperti Danau Toba, Labuan Baju, Candi Borobudur dan Mandalika.

Sementara itu, dalam pertemuan Fukuda-Ma’ruf Amin antara lain dibicarakan lanjutan pembangunan MRT tahap 2, Thamrin-Ancol yang dijadualkan mulai memasuki tahap lelang pada Februari 2020 mendatang. Dalam kesempatan itu, Fukuda juga menawarkan keikutsertaan Jepang dalam pembangunan LRT jalur Cikarang-Tangerang, dan pembangunan jalan tol untuk mendukung pembangunan proyek pelabuhan Palimanan.

Sampai saat ini, Jepang adalah investor kedua terbesar di Indonesia. Sepanjang 2016-2018 total investasi langsung dari berbagai perusahaan Jepang tercatat 15,35 miliar dolar AS. Dari data yang ada, investasi Jepang terlihat tidak terlalu terpengaruh oleh penurunan iklim perekonomian global. [DIT]