Resmikan Kantor Hendropriyono, Bamsoet: Peran Swasta Diperlukan

Ketua MPR Bambang Soesatyo (berdiri). (Foto: Istimewa)
Klik untuk perbesar
Ketua MPR Bambang Soesatyo (berdiri). (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Ketua MPR Bambang Soesatyo menegaskan diperlukan peran serta pihak swasta yang besar guna memacu pertumbuhan ekonomi nasional. Investasi swasta dari dalam dan luar negeri, berupa penanaman modal, akan sangat membantu ditengah kemampuan fiskal pemerintah yang terbatas. 

“Investasi merupakan indikator yang dapat menentukan tingkat pertumbuhan ekonomi suatu negara. Melalui investasi akan tersedia berbagai sarana produksi yang dapat dioptimalkan untuk menghasilkan output dan nilai tambah yang akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi,” ujar politisi yang akrab disapa Bamsoet ini saat peresmian Gedung GHJ Suite milik Jenderal TNI (Purn) A.M. Hendropriyono, di Jakarta, Selasa malam (27/11).

Berita Terkait : Ketua MPR Dorong Pemerintah Tetap Prudent Kelola Ekonomi di 2020

Bamsoet menuturkan, perlu diciptakan iklim usaha dan investasi yang kondusif di Indonesia. Karena iklim investasi yang kondusif akan menarik minat investor untuk menanamkan modalnya.

“Berdasarkan data yang dirilis World Bank, indeks kemudahan berusaha atau ease of doing business (EODB) Indonesia tahun 2018 berada pada peringkat ke-73. Secara total, nilai EODB Indonesia naik 1,42 poin menjadi 67,96. Indikator yang menyumbang kenaikan nilai bagi Indonesia adalah indikator memulai usaha, memperoleh kredit dan pendaftaran properti,” tuturnya.

Berita Terkait : Ketua MPR: Natal Momentum Perkuat Semangat Kebhinekaan

Lebih jauh, Kepala Badan Bela Negara FKPPi ini melihat ada lima kendala utama yang kerap dikeluhkan oleh investor. Kendala tersebut adalah tumpang tindihnya regulasi dan ketidakpastian hukum, pajak, tenaga kerja, perizinan serta infrastruktur. 

"Pemerintah telah bekerja keras membuat kebijakan dan terus berupaya untuk meminimalisir berbagai kendala yang dihadapi. Seperti melakukan perubahan paradigma pembangunan dari Jawa centris menjadi Indonesia centris melalui pembangunan infrastruktur yang masif dan merata, pemberian fasilitas fiskal dan melakukan reformasi di bidang perizinan," pungkas Bamsoet. [USU]