Atasi Defisit Anggaran BPJS, Kader Nasdem Usulkan Kenaikan Pertamax Turbo

Rico Sia (Foto: Dwi Pambudo/RM)
Klik untuk perbesar
Rico Sia (Foto: Dwi Pambudo/RM)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Fraksi Nasdem masih kurang setuju dengan kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang bakal berlaku tahun depan. Fraksi Nasdem berusaha mencari solusi untuk mengatasi itu. 

Salah satunya dengan mengadakan seminar “Quo Vadis Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan: Solusi Defisit atau Amanah Konstitusi Jaminan Kesehatan Warga Negara”. di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (28/11). Seminar ini ditujukan untuk memanggil para ahli yang mumpuni serta pihak BPJS sendiri untuk dapat merumuskan kebijakan yang tepat terkait defisit BPJS.

Baca Juga : Jokowi Benarkan, Ahok Salah Satu Kandidat Kepala Badan Otorita Ibu Kota Baru

Seminar dihadiri para anggota Fraksi Partai NasDem DPR lintas komisi. Di antaranya Rico Sia, Tamanuri, Nurhadi, Farhan dan Fadholi. Acara seminar dipimpin Kapoksi IX, Hasnah Syam. 

Rico Sia dalam sesi tanggapan memberikan idenya terkait solusi permasalahan defisit BPJS. Rico melihat bahwa solusi defisit BPJS bisa saja diselesaikan dengan cara kreatif, yaitu dibebankan sebagai pajak atau iuran tambahan dari barang-barang premium. 

Baca Juga : Dua Korban Virus Corona Dirawat Di RSPI Sulianti Saroso

Contohnya bahan bakar kelas atas seperti Pertamax Turbo. Bisa saja harga bensin Pertamax Turbo dinaikkan asal jangan sampai melebihi harga kompetitornya. Selisih harga ini akan digunakan untuk pembayaran defisit BPJS. 

“Saya rasa pemakai mobil mewah di Indonesia juga tidak keberatan dengan kenaikan harga bensin sekelas Pertamax Turbo untuk membantu menutupi defisit BPJS” ungkapnya.

Baca Juga : Proses Observasi Pekerja Kapal Diamond Princess Dan World Dream Dipisah

Rico Sia menegaskan, bahwa apa yang dicontohkannya adalah merupakan cara-cara kreatif yang diharapkan bisa datang dari Pemerintah untuk mengatasi defisit BPJS. Agar jangan sampai permasalahan defisit BPJS justru dibebankan ke masyarakat melalui kenaikan iuran BPJS. 

“Saya sangat berharap pemerintah menempuh cara-cara kreatif seperti yang saya sebutkan sebelumnya dalam mengatasi defisit BPJS. Jangan jadi masalah ini dibebankan ke masyarakat. Apabila pemerintah ingin menaikkan iuran BPJS, harus diimbangi dengan menaikkan upah minimum regional (UMR)," ungkapnya. [KW]