Puas Dengan Kerja Amran

Politisi Gerindra Koar-koar Tambah Anggaran Kementan

Ketua Komisi IV DPR, Edhy Prabowo. (Foto : Istimewa).
Klik untuk perbesar
Ketua Komisi IV DPR, Edhy Prabowo. (Foto : Istimewa).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Ketua Komisi IV DPR Edhy Prabowo puas dengan kerja keras Kementerian Pertanian (Kementan) yang begitu benyak melakukan terobosan dalam empat tahun terakhir ini. Berkat terobosan itu, produksi pangan utama, seperti padi dan jagung, terus meningkat.

Atas hal itu, dia pun mendorong agar anggaran di Kementan ditingkatkan lagi. Dengan peningkatan tersebut diharapkan produksi pertanian dalam negeri semakin besar lagi. Indonesia pun bisa segera mewujudkan swasembada pangan.

“Kami sangat mengapresiasi capaian Kementan di bawah komando Menteri Amran Sulaiman. Secara prinsip, DPR dari lintas fraksi mendukung (penambahan anggaran untuk Kementan),” kata pentolan Partai Gerindra ini, kemarin

Edhy mengakui, pihaknya memang berada di posisi oposisi. Namun begitu, dia akan tetap mendukung Kementan. Sebab, penambahan anggaran itu amat diperlukan demi kepentingan bangsa. 

Berita Terkait : Pengamat: Kostratani Ala Mentan Mampu Tekan Angka Kemiskinan

“Dalam hal konteks pembangunan negara, kita tidak bisa berbeda. Selama itu kepentingan merah putih, kita harus dorong,” ucapnya.

Hal senada dilontarkan Wakil Ketua Komisi IV DPR Roem Kono. Menurut politisi senior Partai Golkar tersebut, saat ini, nilai tukar petani terus meningkat. Hal tersebut menunjukkan bahwa terobosan Kementan terbukti berkontribusi dalam mengentaskan kemiskinan di wilayah pedesaan. 

“Kementan jelas memiliki semangat dalam tata kelola pertanian di Indonesia. Hasilnya cukup bagus. Tentunya, dengan semua sasaran prioritas Kementan kepada petani, dampaknya dirasakan positif untuk para petani juga," ucapnya.

Di tempat terpisah, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan I Ketyut Diarmita memastikan, terobosan untuk meningkatkan produksi akan terus dilakukan. Di tahun ini, pihaknya akan melakukan bagi-bagi anak ayam/itik ke rumah tangga miskin pertanian (RTMP) sebagai upaya membantu mengentaskan kemiskinan di pedesaan. 

Berita Terkait : Tuntutan Peternak Ayam ke Kementan Dianggap Salah Alamat

“Kementan akan mendistribusikan 20 juta ayam/itik ke 400 ribu RTMP,” kata I Ketut dalam Rakernas, di IPB International Covention Center, Bogor, Jawa Barat, kemarin lusa. Rakernas ini dihadiri seluruh Kepala Dinas yang menangani fungsi peternakan dan kesehatan hewan di tingkat provinsi dan eselon II di lingkup Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan.

I Ketut menjelaskan, 20 juta ekor ayam/itik bantuan ini naik 100 persen dari target 2018 yang hanya 10 juta ekor. Di 2018, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan telah mendistribusikan ayam/itik sebanyak 6 juta ekor beserta paket bantuan pakan dan obat-obatan terhadap 120.000 RTMP. 

Selain itu, pihaknya juga tetap fokus pada peningkatan produksi pakan ternak, pengendalian dan penanggulangan penyakit hewan, penyediaan benih dan bibit, produksi ternak, serta peningkatan pemenuhan persyaratan produk hewan yang aman, sehat, utuh dan halal (ASUH).

“Hal ini sesuai dengan arahan Bapak Menteri Pertanian bahwa tugas dan fungsi pertanian adalah meningkatkan produksi, pemanfaatan teknologi, menciptakan inovasi baru, perkarantinaan, pengawasan, perbaikan sarana dan prasarana produksi,” ujarnya.

Berita Terkait : Tingkatkan Produksi Kedelai, Kementan Maksimalkan Teknologi Balitbangtan

Dalam pelaksanaannya, bantuan yang diberita bukan cuma anak ayam/itik. Pihaknya juga membuatkan kandang, memberikan pakan dan obat-obatan, serta bimbingan teknis. "Saya berharap, untuk provinsi yang mendapat bantuan dalam rapat teknis ini untuk aktif melakukan diskusi. Sehingga kegiatan tersebut dapat segera dieksekusi,” ucapnya.

Untuk regenerasi dan meningkatkan angka tenaga kerja di sektor pertanian, I Ketut Diarmita menyebutkan bahwa Menteri Amran telah menghimbau agar pembangunan pertanian melibatkan kalangan milenia. Dengan keterlibatan kaum milennia, mereka akan tergerak untuk bertani, berwiraswasta, dan menjadi konglomerat di bisnis pertanian. [KAL]