RMco.id  Rakyat Merdeka - MPR menggelar pertemuan dengan petinggi media masa dari media cetak, online, radio, dan televisi. Pertemuan membahas tentang strategi publikasi bagi pimpinan MPR dan alat kelengkapannya.       

Kabiro Humas Setjen MPR Siti Fauziah mengatakan, saat ini pimpinan MPR dipimpin oleh 10 orang. Mereka merepresentasikan partai politik yang lolos parlement threshold dan Kelompok DPD.       

Baca Juga : Rakyat Palestina Merasa Ditusuk Dari Belakang..

Dengan jumlah pimpinan MPR sebanyak itu, Siti Fauziah menyebut perlu strategi khusus untuk bagaimana mempublikasikan aktivitas pimpinan MPR. Untuk itu dalam acara yang digelar di kota wisata, Setjen MPR meminta saran, masukan, bahkan kritik dari wartawan. 

"Kami meminta masukan dari para awak media", ujarnya saat dalam acara Media Expert bertema 'Tabulasi Strategi Layanan Publikasi Pada Pimpinan dan Alat Kelengkapan MPR Periode 2019-2024', di Batu, Malang, Jawa Timur, akhir pekan kemarin. Sejumlah pejabat Kesekjenan MPR dan 34 wartawan senior dari berbagai utusan media hadir dalam acara itu. Pertemuan itu berlangsung hangat dan cair.       

Baca Juga : Maria Sharapova, Sibuk Masak Dan Berkebun

Plt. Kepala Bagian Pemberitaan, Hubungan Antarlembaga, dan Layanan Informasi, Budi Muliawan mengatakan, dalam mempublikasikan kegiatan Pimpinan dan Alat Kelengkapan MPR perlu publikasi yang bisa mengikuti perkembangan zaman. "Untuk itu kami meminta masukan dan strategi dari para awak media yang hadir di sini," ujar alumni FH Universitas Brawijaya itu.        

Sosialisasi disebut sangat penting diberikan kepada kaum milineal. Ini ditekankan sebab ada gejala di kalangan mereka yang sangat cepat menerima pengaruh dari luar yang belum tentu cocok dengan budaya Indonesia. "Kaum milineal sangat adaptif dengan perkembangan teknologi dan pemanfaatan sosial media," ungkapnya. 

Baca Juga : DPR: Banyak Pejabat Tak Paham Kondisi Lapangan

Berdasarkan data survei yang dirilis pada September 2019, masyarakat yang terpapar sosialisasi baru 82,6 juta dari seluruh penduduk Indonesia. Angka itu baru sepertiga dari seluruh rakyat Indonesia. “Untuk itu MPR terus melakukan sosialisasi untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan,” ujarnya. [QAR]