Pimpinan Komisi III Girang Nataru Tanpa Teror

Ahmad Sahroni (Foto: Istimewa)
Klik untuk perbesar
Ahmad Sahroni (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang berjalan kondusif tanpa adanya gejolak berarti, khususnya terorisme dan radikalisme, mendapat apresiasi dari Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni. Suksesnya pengamanan Nataru dipandang Sahroni sekaligus pembuktian kualitas Kapolri Jenderal Idham Azis yang berpengalaman dalam tindak pidana terorisme.       

“Meski baru menjabat dua bulan sebagai Kapolri, Jenderal Idham Azis berhasil membuktikan janjinya memberikan situasi Kantibmas yang kondusif, khususnya jelang dan paska Nataru. Tak ada aksi terorisme maupun radikalisme yang mengganggu stabilitas maupun kenyamanan perayaan Natal dan Tahun Baru,” kata Sahroni, Rabu (1/1).         

Berita Terkait : Tinjau Perairan Natuna, Komisi I DPR Dukung Kesigapan TNI-Bakamla

Catatan Sahroni, setidaknya dua peristiwa terorisme menyasar Polri dengan aksi bom bunuh diri di tahun 2019. Peristiwa pertama 3 Juni di pertigaan Pos Pantau Polres Sukoharjo, Jawa Tengah. Sementara peristiwa bom bunuh diri kedua berlangsung pada 13 November dengan menyasar Polrestabes Medan yang dilakukan pelaku bermodus pengemudi ojek online. Meski kerap menjadi sasaran balas dendam teroris, Polri mampu membuktikan kemampuan memberi keamanan kepada masyarakat Indonesia, termasuk saat perayaan Nataru.        

“Kendati menjadi sasaran balas dendam, Polri membuktikan tak gentar terhadap terorisme dan mampu memberikan pengamanan terhadap masyarakat Indonesia, khususnya mereka yang merayakan Natal dan pergantian tahun,” ujar Bendahara Umum Partai NasDem ini.     

Baca Juga : TVRI, Buaya, dan Bola

“Berbagai kebijakan dikeluarkan Kapolri, mulai dari pelaksanaan Operasi Lilin sebagai penyekat gerak pelaku tindak pidana hingga fokus penjagaan di tempat ibadah umat kristiani maupun objek-objek vital menciptakan situasi kondusif Nataru. Sinergitas Polri dengan TNI maupun pemerintah daerah sangat bagus menjaga Kantibmas saat Nataru,” imbuhnya.    

Dalam pengamanan Nataru kemarin, Polri mengerahkan lebih dari 100 ribu personel. Selain pengamanan objek vital dan pusat keramaian, salah satu upaya dilakukan Polri untuk menjaga situasi Kantibmas teta kondusif adalah pelaksanaan Operasi Lilin 2019 yang digelar pada 23 Desember hingga 1 Januari 2020.            

Baca Juga : Meski Telat, Pemkot Wuhan Larang Warganya Bepergian

Selain penanganan terorisme dan anarkisme, Sahroni juga memberikan penilaian positif atas antisipasi terkait peredaran narkoba yang dilakukan Polri maupun Badan Narkotika Nasional. Keberhasilan Direktorat IV Tindak Pidana Narkoba Bareskrim menggagalkan penyelundupan 158 kilogram sabu jaringan internasional Nigeria-Jakarta dan penangkapan pengedar 1 Kg sabu oleh Polres Jakarta Barat jelang Nataru dikatakan Sahroni sebagai salah satu bukti Polri juga mengantisipasi pergerakan para pelaku yang ingin memanfaatkan momentum pergantian tahun. Demikian pula BNN, selain melakukan penindakan di berbagai wilayah juga gencar melakukan razia penyalahgunaan narkoba di tempat-tempat hiburan yang ditengarai dapat dijadikan lokasi para pelaku mengedarkan narkoba.       

“Para pelaku penyelundupan maupun pengedar narkoba kerap memanfaatkan momentum tertentu, seperti pergantian tahun misalnya, karena berpikir fokus penegak hukum akan terbagi ke antisipasi pengamanan. Polri dan BNN membuktikan mampu mengantisipasi dan meminimalisir pergerakan para pelaku yang berupaya menggunakan celah momentum tersebut,” jelas suami dari Feby Belinda ini. [FAQ]