RMco.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi IV DPR Firman Soebagyo mendukung upaya Kementerian Pertanian (Kementan) menjadikan Agriculture War Room (AWR) sebagai pusat data dan kendali pertanian masa depan.        

"Saya kira keberadaan AWR sangat bagus sekali dalam memahami persoalan pertanian ke depan, terutama untuk menampung berbagai aspirasi petani melalui teknologi yang ada. Aspirasi yang ada kemudian bisa dijadikan bahan diskusi sebelum mengambil kebijakan," ujar Firman di sela-sela Rapat Kerja Kementerian Pertanian bersama Komisi IV DPR, di Gedung Parlemen, Senin (17/2).        

Firman mengatakan, pada dasarnya DPR mendukung penyatuan data yang dilakukan Kementan. Tapi, kata dia, penyatuan itu harus konsisten dan tidak membuat data fiktif untuk kepentingan tertentu.      

Berita Terkait : Kemenhub Libatkan Kampus Kaji Kebijakan Transportasi di Masa Pandemi

"Kalau kita bicara pertanian dan produk pertanian, terutama ekspor dan impor tentu harus menggunakan data yang real dan tidak menggunakan yang amburadul. Tentu kalau arahnya ke sana dan data yang ada itu bisa dipertanggungjawabkan kami (DPR) akan dukung sepenuhnya," katanya.      

Selain AWR, Firman juga mendukung kampanye Kementan terkait larangan alih fungsi lahan dengan menerapkan pasal pidana Undang-undang nomor 41 tahun 2009 tentang alih fungsi lahan. Aturan tersebut, kata Firman sangat tepat dan relevan untuk digunakam sebagai perlindungan lahan pertanian berkelanjutan.        

"Terus terang saya mendukung kampanye Kementan terkait stop pengalihfungsian lahan. Saya kira yang satu ini perlu kita apresiasi dengan penerapan yang benar-benar terimplementasi," katanya.        

Berita Terkait : Dukung Implementasi Propaktani, Kementan Lakukan Sinergisitas Dengan Berbagai Pihak

Kata Firman, perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan atau yang selanjutnya disebut LP2B merupakan aturan yang sangat cocok untuk melindungi lahan pertanian di seluruh Indonesia. "Saya berharap agar aturan ini diterapkan oleh seluruh kepala daerah di Indonesia," katanya.        

Anggota Komisi IV lainya, Andi Akmal Pasluddin, mendukung program Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks) untuk meningkatkan ekonomi negara. Program tersebut katanya merupakan gagasan yang bagus dan perlu mendapat dukungan dari semua pihak. Meski demikian, Andi menyebut program ini harus diimbangi dengan kebutuhan dalam negeri serta target swasembada yang selama ini dicanangkan.        

"Gerakan ini adalah gerakan yang sangat bagus, walaupun sebenarnya kita juga fokus pada implementasi dan roadmap swasembada untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri. Dan yang paling penting kita tidak impor lagi," katanya.      

Berita Terkait : Program Korporasi Benih Jagung Tuban, Panen 75 Hektar Untuk Ekspor

Di samping itu, Anggota Komisi IV dari Fraksi Partai PKS ini mendukung program Pertanian Masuk Sekolah (PMS) yang dicanangkan Kementan pada tahun ini. Pendidikan semacam itu, lanjut dia, harus diberikan kepada anak-anak berusia dini agar terbiasa dan mengenali makanan sehari-hari.        

"Bagi saya, program PMS adalah bagian daripada upaya pemerintah agar tidak kehilangan sumber daya manusia. Memang harus kita latih anak-anak kita dan diberikan pendidikan pertanian secara luas," tutupnya. [BYU]