Sosialisasi Empat Pilar MPR di Gorontalo, Fadel Cerita Usulan Amandemen UUD 1945

Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad berceramah di Masjid Agung Baitulrahim, Kota Gorontalo. Sebelum melakukan sosialisasi Empat Pilar, Jumat (28/2). (Foto: Humas MPR)
Klik untuk perbesar
Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad berceramah di Masjid Agung Baitulrahim, Kota Gorontalo. Sebelum melakukan sosialisasi Empat Pilar, Jumat (28/2). (Foto: Humas MPR)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua MPR, Fadel Muhammad, kembali mensosialisasikan Empat Pilar MPR. Kali ini, Jumat (28/2) di Provinsi Gorontalo, kampung halamannya.

Fadel menjelaskan makna Empat Pilar dengan gamblang. Mulai dari Pancasila, UUD 1945, NKRI, hingga Bhineka Tunggal Ika. Pemaparan ini dilakukan di Kantor Lurah Pohe, Hulonthalangi, Gorontalo.

Di hadapan ratusan masyarakat, Fadel menyampaikan beberapa hal tentang apa yang sedang dikerjakan MPR saat ini. Di antaranya, tentang wacana amandemen UUD terkait Pokok-Pokok Haluan Negara. Menurut Fadel, amandemen dan haluan negara ini penting dipahami masyarakat. 

Baca Juga : 188 WNI Dari KRI dr Suharso-990 Mulai Jalani Tahapan Observasi

"Pimpinan MPR bergerak cepat melakukan kajian dan juga menyambangi langsung berbagai elemen masyarakat. Seperti tokoh bangsa, pimpinan parpol, pimpinan ormas, pimpinan organisasi keagamaan dan lainnya, untuk meminta pendapat, masukan serta gagasan," ujar Fadel.

Dari pertemuan dengan berbagai elemen masyarakat tersebut, lanjut Fadel, ternyata banyak sekali aspirasi dan pendapat yang berbeda satu sama lain. Seperti, ada yang menginginkan kembali kepada UUD yang asli, dan ada yang berpendapat UUD yang sekarang sudah baik. 

"Walaupun berbeda-beda, namun tujuannya tetap sama, yakni demi kesejahteraan bersama. Inilah keindahan dari karakter bangsa kita bermusyawarah mencari yang terbaik untuk kepentingan bersama," ungkapnya.

Baca Juga : Cari Nurhadi di Senopati, KPK Pulang dengan Tangan Hampa

Amandemen terbatas terkait pokok-pokok haluan negara, kata mantan Gubernur Gorontalo dua periode ini, juga diharapkan menjawab berbagai permasalahan bangsa terutama masalah perekonomian. Sistem perencanaan pembangunan nasional yang terarah, konsisten dan berkesinambungan, akan membuat pembangunan nasional menjadi fokus.

"Saya berharap masyarakat mendukung apa yang sedang dikerjakan MPR serta mendukung semua tugas-tugas dan kewenangannya.  Intinya, kita berupaya demi kesejahteraan bersama seluruh rakyat Indonesia," katanya.

Di pertemuan ini, Fadel juga bercerita pentingnya menjaga NKRI. Yang merupakan satu dari empat pilar ini. Menurutnya, ada kekhawatiran negara tetangga Papua Nuguini ingin mencaplok Papua. 

Baca Juga : Menag Upayakan Perpanjangan Visa Calon Jemaah yang Gagal Umroh

"Timor timur sudah lepas, jangan terjadi lagi. NKRI harus tetap ada," tegasnya.

Jadi, katanya, empat pilar ini merupakan sebuah pondasi kebangsaan. Jangan sampai tidak dipahami. Tujuannya, sebagai pondasi kehidupan berbangsa. [BSH]