Riza Patria Sosialisasi Empat Pilar Di Rayon KAHMI Unkris

Pimpinan Bansos MPR Fraksi Gerindra, Ahmad Riza Patria (keenam kiri), Anggota  DPR dari Fraksi PKS Hermanto (Kelima  kanan), Wakil ketua DPRD DKI dari Fraksi Gerindra Muhammad Taufik (tengah) dan Ketua Umum Rayon KAHMI Unkris, Pety Fatimah (keenam kanan) usai pelantikan pengurus Majelis Rayon KAHMI Unkris di Hotel Horison Bekasi, Sabttu (29/02).
Klik untuk perbesar
Pimpinan Bansos MPR Fraksi Gerindra, Ahmad Riza Patria (keenam kiri), Anggota DPR dari Fraksi PKS Hermanto (Kelima kanan), Wakil ketua DPRD DKI dari Fraksi Gerindra Muhammad Taufik (tengah) dan Ketua Umum Rayon KAHMI Unkris, Pety Fatimah (keenam kanan) usai pelantikan pengurus Majelis Rayon KAHMI Unkris di Hotel Horison Bekasi, Sabttu (29/02).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pimpinan bansos MPR, Ahmad Riza Patria melakukan sosialisasi empat pilar MPR bersama Majelis Rayon KAHMI Universitas Krisnadwipaya (Unkris) dengan tema "Pancasila Sebagai Dasar dan Ideologi Negara, Undang Undang Dasar 1945 Konstitusi Negara dan Bhineka Tunggal Ika Sebagai Semboyan Negara,".

Dalam sambutannya, Riza mengatakan, peran empat pilar sangat penting untuk menjaga keragaman dan mencegah potensi perpecahan.

Wakil Ketua Komisi V DPR ini sangat berharap, agar para generasi muda saat ini bisa mengamalkan upaya pemahaman empat pilar dalam berbangsa dan bernegara. 

Hal ini sesuai dengan tajuk Rayon KAHMI Unkris  ‘Sinergitas dan Kerja Nyata Generasi Muda KAHMI untuk Negeri’.

Berita Terkait : Ditunggu, Pendidikan 4 Pilar Bagi Advokat

“Keberagaman jika tidak dikelola dengan baik, maka dapat menjadi bumerang dan masalah yang besar yang berujung pada perpecahan bangsa,” kata Riza dalam orasinya di Rayon KAHMI Unkris, Sabtu (29/02).

Dalam orasinya, Politisi Gerindra ini mengingatkan kepada generasi muda Rayon KAHMI Unkris untuk mewaspadai ancaman dari dalam negeri maupun dari Luar. 

Yaitu, adanya disintegrasi bangsa, melalui gerakan-gerakan separatis berdasarkan sentimen kesukuan atau pemberontakan akibat ketidakpuasan daerah terhadap kebijakan pemerintah pusat.

“Gerakan sparatis ini terjadi di beberapa daerah, antara lain di Papua, Maluku, Aceh, dan Poso. Keresahan sosial jadi pemicunya,” ujar Riza. 

Baca Juga : Pebulutangkis Junior Indonesia Borong Empat Gelar di Belanda

Selain itu, lanjut Riza, upaya penggantian ideologi Pancasila dengan ideologi lain juga menjadi ancaman besar dalam negeri. Termasuk, potensi konflik Pileg, Pilkada hingga Pemilu, serta kesenjangan ekonomi.

“Saat ini, indeks rasio gini Indonesia mencapai angka 0,38%. Angka ini sudah memasuki taraf membahayakan. Artinya, 1% penduduk menguasai 38% ekonomi nasional. Inilah menjadi ancaman di dalam negeri. Maka itu, diperlukan peran generasi muda untuk menjaga keberagamaan dengan mengamalkan empat pilar dalam berbangsa dan bernegara,” ujarnya. 

Selain dalam negeri, Riza juga menyoroti ancaman dari luar.Seperti, adanya pelanggaran wilayah oleh pesawat, atau kapal perang negara lain, dan masuknya, ideologi lain, seperti liberalisme, komunisme, terorisme, dan lainnya.

Lalu, bebasnya impor berbagai produk luar negeri, restoran, investasi asing, perusahaan asing serta penjarahan sumber daya alam melalui eksploitasi sumber daya alam. 

Baca Juga : Korban Corona Guru Dansa, Terpapar Virus Usai Berdansa Dengan WN Jepang

“Masa depan bangsa sangat ditentukan oleh generasi muda. Pemuda  memiliki kedudukan strategis sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan bangsanya. Seperti diucapkan Bung karno. ‘Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncang dunia,” kata Riza disambut tepuk tangan oleh ratusan kader KAHMI Unkris.  

Turut hadir di pelantikan pengurus Majelis Rayon KAHMI Unkris, Wakil ketua DPRD DKI Fraksi Gerindra, Muhammad Taufik, Anggota  DPR dari Fraksi PKS Hermanto,  Danmenwa Jayakarta, Raden Umar, Ketua Umum Rayon KAHMI Unkris, Pety Fatimah dan para alumni dan mahasiswa HMI Unkris. [FIK]