Komisi IV Dukung Temanggung Jadi Sentra Terbesar Bawang Putih

Anggota Komisi IV DPR Vita Ervina bersama Plt. Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Sukarman saat kunjungan kerja meninjau pertanaman bawang putih di Temanggung, Jumat (28/2). (Foto: Humas Kementan)
Klik untuk perbesar
Anggota Komisi IV DPR Vita Ervina bersama Plt. Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Sukarman saat kunjungan kerja meninjau pertanaman bawang putih di Temanggung, Jumat (28/2). (Foto: Humas Kementan)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pertanian (Kementan) fokus mengembangkan bawang putih sebagai komoditas andalan. Komoditas ini banyak dibudidayakan di berbagai sentra melalui dukungan APBN, kemitraan importir, maupun swadaya petani. Kunjungan Kerja Komisi IV DPR yang didampingi Plt. Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Sukarman, ke Kabupaten Temanggung, Jumat (28/2) diharapkan membuahkan hasil. 

Anggota Komisi IV DPR Vita Ervina sangat optimistis jika Temanggung akan menjadi sentra bawang putih terbesar di negeri ini. Sebagai wakil rakyat dari Jawa Tengah, di hadapan petani, Evita berjanji membuat regulasi yang mendukung petani bawang putih sehingga berdampak pada peningkatan produksi bawang putih. Pemilih saya ini semuanya petani, makanya saya duduk di komisi IV yang membidangi pertanian. Apa pun nanti saya akan menyuarakan hak dan kesejahteraan petani,” tuturnya disambut tepuk tangan peserta yang hadir.

Sementara, Sukarman juga mengimbau agar para petani dan penangkar di sentra-sentra produksi bawang putih lainnya tidak hanya mengandalkan pada bantuan APBN atau APBD. “Saatnya memanfaatkan skema pembiayaan  KUR ini. Jumlahnya lebih besar, prosesnya mudah dan bunganya ringan,” ujarnya.

Berita Terkait : Curah Hujan Tinggi, Kementan Minta Petani Terapkan Jurus Ini

Khusus untuk hortikultura, pihaknya menargetkan penyerapan dana KUR hingga Rp 6,39 triliun atau enam kali lipat lebih besar daripada anggaran APBN Hortikultura. Fasilitas pinjaman KUR tersebut digunakan untuk kegiatan produktif budidaya maupun pasca panen dan pengolahan. Khusus Jawa Tengah, ditargetkan mampu menyerap KUR Hortikultura senilai Rp 1,4 triliun. 

“Hasil panen dari Temanggung agar dijadikan benih guna mendukung penanaman bawang putih di daerah lain. Tolong agar para petani dan penangkar bawang putih di Kabupaten Temanggung jangan lagi meminjam modal usaha kepada tengkulak. Beralihlah menggunakan KUR,” ucap Sukarman.

KUR ini, kata Sukarman, dapat dimanfaatkan para petani dan penangkar. Dengan bunga yang hanya 6 persen per tahun ditambah kemudahan dalam mengakses pinjaman, skema KUR dinilai ramah bagi petani. Kementerian Pertanian menargetkan serapan KUR untuk sektor pertanian bisa menembus sekurang-kurangnya Rp 50 triliun pada 2020. Skema KUR cukup simpel dan ringan. Pinjaman sampai dengan Rp 50 juta dapat diajukan tanpa menggunakan agunan/jaminan. Sukarman mengharapkan, Komisi IV DPR meningkatkan anggaran pengembangan kawasan setelah melihat langsung pertanaman bawang putih di Posong, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, agar ke depannya petani semakin bergairah untuk menanam.

Berita Terkait : Efek EWS: Petani Bawang Panen Raya, Stok Terjaga

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Sarwo Edy, menyampaikan akan memfasilitasi bantuan pipanisasi dan pembuatan embung pada pengembangan kawasan bawang putih ini. “Bantuan tersebut diharapkan mampu mengatasi kekurangan air di musim kemarau", ujarnya.

Kunjungan kerja wakil rakyat kali ini cukup menggembirakan. Pasalnya beberapa petani langsung menyampaikan uneg-unegnya di depan seluruh anggota Komisi IV DPR. “Kami semua petani ini gampang kok pak, kami hanya berharap bapak memperhatikan kami lebih khusus meningkatkan dana bantuan”, ucap Suliwo, salah satu petani.

Berdasarkan angka sementara BPS, luas panen bawang putih Temanggung sepanjang tahun 2019 mencapai 3.044 hektare. Produksi diperkirakan 24.098 ton atau setara 27,25 persen dari total produksi nasional sebanyak 88.437 ton. Capaian tersebut menempatkan Kabupaten Temanggung sebagai produsen bawang putih terbesar di Indonesia, disusul Lombok Timur, Bima dan Magelang. [KAL]