Gerindra Usul Presiden Dipilih Dua Periode Tapi Tidak Berurutan

Ketua Fraksi Partai Gerindra MPR, Ahmad Riza Patria (tengah) diskusi bertajuk Fokus MPR Lima Tahun ke Depan di Media Center, Kompleks Parlemen, Senin (2/03).
Klik untuk perbesar
Ketua Fraksi Partai Gerindra MPR, Ahmad Riza Patria (tengah) diskusi bertajuk Fokus MPR Lima Tahun ke Depan di Media Center, Kompleks Parlemen, Senin (2/03).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Masa jabatan presiden kembali diutak atik. Partai Gerindra besutan Prabowo Subianto usul jabatan presiden dua periode tapi ada jeda.

Hal itu dikatakan Ketua Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) MPR,  Ahmad Riza Patria dalam diskusi bertajuk Fokus MPR Lima Tahun ke Depan di Media Center, Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (2/03).

Berita Terkait : Bertemu Presiden Jokowi, Tony Blair Happy Masuk Tim Pemindahan Ibu Kota

"Ada yang usul  tiga periode, delapan tahun, enam tahun dua periode. Ada juga yang usul satu periode lima tahun. Beriktunya dua periode tapi ada jeda," kata Riza. 

Ia mencontohkan, di Amerika Latin. Masa jabatan presiden dua periode. Namun untuk masuk periode selanjutnya, diperlukan jeda lima tahun. Hal ini dinilai menarik. 

Baca Juga : Merapi Meletus, Penerbangan di Solo Dialihkan Wilayah Tak Terdampak

"Ini menarik dan perlu dikaji. Jadi kalau lima tahun pertama, lima tahun kedua isitrahat dulu. Kalau kita pelajari ini banyak manfaatnya. Fokusnya, presiden nanti benar-benar untuk kepentingan rakyat," paparnya.

Riza melihat, potensi kecurangan dan penyalahgunaan jabatan juga dapat diminimalisir. "Kalau ada jeda, kekuatan menteri enggak akan bekerja untuk kepentingan petahana. Tidak ada kecurangan," kata Riza.

Baca Juga : Telkomsel Gandeng Microsoft Bantu Daerah Terpencil Melek Internet

Menurut Riza, menteri-menteri juga akan bekerja maksimal, karena berpeluang maju sebagai presiden. Dia juga optimistis tak ada lagi pencitraan dari presiden. "Saya sudah sampaikan ide seperti ini. Supaya tidak lagi ada polarisasi. Nggak ada lagi cebong kampret," ucap Riza. 

Seperti diketahui, masa jabatan presiden sebagaimana diatur UUD 1945, yaitu dua periode setiap lima tahun. [QAR]