Sukses Sosialisasi 4 Pilar MPR dengan Cara Baru, Bamsoet Terima Dua Rekor MURI

Ketua MPR Bambang Soesatyo menerima penghargaan dua Rekor MURI dari Jaya Suprana, di Jakarta, Sabtu (7/3).
Klik untuk perbesar
Ketua MPR Bambang Soesatyo menerima penghargaan dua Rekor MURI dari Jaya Suprana, di Jakarta, Sabtu (7/3).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Ketua MPR Bambang Soesatyo mendapatkan dua penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Pertama, kategori Sosialisasi Empat Pilar MPR kepada Anggota Komunitas Motor Terbanyak. Kedua, Kejuaraan Tembak Reaksi Level III Sekaligus Sosialisasi Empat Pilar MPR dengan Penembak Terbanyak. Pemberian penghargaan diserahkan langsung oleh Pendiri MURI Jaya Suprana kepada Bamsoet ditengah acara Kejuaraan Tembak Legislator Championship 2020.        

"Penghargaan ini akan menjadi catatan sejarah bagi MPR, sekaligus pemacu semangat kepada kami semua agar dalam periode 2019-2024 ini MPR bisa terus melahirkan kreatifitas yang unik, penuh inovasi, dan punya diferensiasi. Sehingga bisa terus melebarkan spektrum jangkauan Sosialisasi Empat Pilar MPR ke berbagai lapisan masyarakat," ujar Bamsoet, sapaan akrab Bambang, saat menerima penghargaan dua Rekor MURI tersebut, di Jakarta, Sabtu (7/3).        

Berita Terkait : Bamsoet Sosialisasi Empat Pilar MPR Lewat Kejuaraan Menembak

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menegaskan, setelah memperoleh dua Rekor MURI, dirinya dan MPR tak akan berhenti melahirkan banyak kreasi baru. Selain bikers dan penembak, masih banyak lagi kalangan masyarakat yang akan disentuh MPR melalui Sosialisasi Empat Pilar.          

"Tanpa semangat kebangsaan, Indonesia di masa depan hanyalah kepingan sejarah. Sebagaimana Uni Soviet yang tinggal dalam kenangan. Mari jaga dan rawat setiap jengkal tanah, air, dan udara kita dengan baik. Disinilah kita hidup, disinilah kita berbakti untuk Ibu Pertiwi," kata Bamsoet.         

Berita Terkait : Puteri Indonesia Harus Paham dan Terapkan Nilai-pilai Pancasila dalam Keseharian

Ketua DPR 2014-2019 ini menambahkan,Tuhan Yang Maha Esa telah menakdirkan Indonesia memiliki banyak keberagaman. Ditengah 17.504 pulau, 733 bahasa, 1.340 suku bangsa, 6 agama dan puluhan aliran kepercayaan, Indonesia bisa tetap berdiri hingga kini karena ada Pancasila sebagai penopangnya.         

"Indonesia bukanlah negara agama, bukan pula agama yang menafikan Tuhan. Agama dan nasionalisme ditempatkan seperti dua rel kereta api yang saling bergandengan. Jika salah satunya patah, kereta tak bisa melaju. Begitupun dengan Indonesia, agama dan nasionalisme selalu bersinergi di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara, sehingga kereta Indonesia bisa terus melaju," pungkas Bamsoet. [USU]