MPR Ajak Masyarakat Gotong Royong Hadapi Wabah Virus Corona

Diskusi Empat Pilar MPR yang bertema, Ideologi Pancasila dalam Kaitan Wabah Virus Corona, di Media Center MPR, Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Selasa (17/3). (Foto: Humas MPR)
Klik untuk perbesar
Diskusi Empat Pilar MPR yang bertema, Ideologi Pancasila dalam Kaitan Wabah Virus Corona, di Media Center MPR, Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Selasa (17/3). (Foto: Humas MPR)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Indonesia tengah menghadapi wabah Virus Corona. Untuk menghadapi masalah bangsa ini, diperlukan solidaritas di antara anak bangsa. Inilah momentum untuk mewujudkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, yaitu gotong royong, saling berbagi, saling mendukung, dan saling sinergi. 

Demikian rangkuman Diskusi Empat Pilar MPR yang bertema “Ideologi Pancasila dalam Kaitan Wabah Virus Corona” di Media Center MPR, Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Selasa (17/3). Disikusi ini menghadirkan Ketua MPR Bambang Soesatyo, Staf Khusus Dewan Pengarah BPIP Romo Benny Susetyo, Rumah Bhinneka Saut Situmorang, dan pakar komunikasi UI Prof Effendy Ghazali.

Bambang Soesatyo menegaskan, untuk menghadapi masalah wabah virus Corona perlu mengedepankan nilai-nilai Pancasila, yaitu gotong royong dan solidaritas antar sesama anak bangsa. Dia mencontohkan menjaga jarak (distancing) merupakan salah satu bentuk solidaritas. Karena selain untuk melindungi diri sendiri juga membantu untuk tidak menularkan ke orang lain.

Berita Terkait : Ketua MPR: Social Distancing Efektif Cegah Penularan Virus Corona

Bentuk lain dari gotong royong dan solidaritas sosial, kata politisi yang akrab disapa Bamsoet ini, adalah para konglomerat dan pengusaha untuk menyisihkan keuntungan dengan menyediakan masker dan antiseptic tangan bagi masyarakat yang kurang mampu. “Sisihkan sebagian keuntungan untuk membagikan masker, antiseptic tangan, dan vitamin-vitamin ke Puskesmas-Puskesmas. Inilah kegotong-royongan yang ingin kita kedepankan,” katanya.

Di balik musibah ini, Bamsoet melihat peluang yang bisa dimanfaatkan para pengusaha, yaitu berbisnis kekayaan rempah-rempah Indonesia, seperti jahe merah, dan lain-lain, serta buah-buahan dalam negeri. “Di samping musibah, tetapi juga bisa menjadi berkah,” ujarnya.

Benny Susetyo sependapat bahwa saat ini bisa menjadi momentum untuk mewujudkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. “Pancasila kalau diperas adalah gotong royong. Gotong royong adalah saling berbagi, saling mendukung, dan saling sinergi. Semua kekuatan elemen bangsa, partai politik, tokoh agama, dan semuanya saling bergotong royong mengatasi masalah ini,” paparnya.

Berita Terkait : Cegah Penyebaran Virus Corona, Besok Gedung KPK Semprot Disinfektan

Dia juga mencontohkan nilai-nilai Pancasila seperti sikap tenggang rasa, respek satu dengan yang lain. “Menjaga jarak, tidak keluar rumah, etika batuk, menggunakan masker, merupakan wujud dari nilai kemanusiaan. Nilai kemanusiaan itu peduli satu sama lain. Tidak memborong barang berlebihan itu artinya tidak menyusahkan orang lain. Itu menjaga persatuan. Jika masing-masing respek satu sama lain, artinya mengimplementasikan Pancasila dalam praktik kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Saut Situmorang mengatakan, bencana besar seperti wabah Corona ini harus memperhatikan variabel-variabel kecil. Pancasila sudah mengingatkan soal variabel-variabel kecil itu seperti respek dengan orang lain, tenggang rasa, konsensus dengan orang lain, bijaksana di kerumunan. “Pancasila hari ini sedang diuji. Pancasila menjadi harapan, jalan, dan tujuan yang sekaligus memungkinkan kita untuk adil,” ujarnya.

Sementara, Effendy Ghazali menyebutkan, tidak perlu ada lockdown dalam konteks keamanan seperti menutup bandara atau lainnya. “Yang diperlukan adalah social lockdown atau self lockdown, yaitu lockdown oleh warga negara sendiri. Kita bisa melakukan social lockdown atau self lockdown. Modalnya adalah Pancasila dan gotong royong. Artinya, kita betul-betul menahan diri. Kita sikapi wabah virus Corona ini dengan Pancasila dan gotong royong,” katanya. [USU]