PT CMNP Akan Bangun Tol Sepeda Motor

Usulan Bamsoet Disambut Pengusaha

Ketua DPR Bambang Soesatyo (Foto:Istimewa)
Klik untuk perbesar
Ketua DPR Bambang Soesatyo (Foto:Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Usulan Ketua DPR Bambang Soesatyo agar sepeda motor dibolehkan masuk jalan mendapat sambutan pengembang. PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) berencana menyediakan jalur khusus bagi kendaraan roda dua pada jalan tol yang akan mereka bangun di Medan dan Bandung, tahun ini. 

Rencana PT CMNP menyediakan jalur khusus untuk sepeda motor di tol tersebut disampaikan Tito Sulistio, COE perusahaan tersebut, saat bertemu Bambang, Kamis lalu. Menurut Bamsoet, sapaan akrab Bambang, langkah PT CMNP tersebut merupakan bentuk pemerataan pembangunan sehingga dapat dinikmati masyarakat kecil.

“Saya memberi apresiasi luar biasa kepada CMNP selaku pengelola jalan tol yang ikut memberi solusi. Saat ini, banyak rakyat kita yang tinggal di rumah-rumah BTN pinggiran kota dan hanya memiliki kendaraan roda dua, kesulitan pulang pergi rumah-tempat kerja,” ujar Bamsoet.

Berita Terkait : Riding Kebangsaan Persatukan Komunitas Motor Besar dan Motor Kecil dalam Bingkai NKRI

Soal keuntungan, Bamsoet yakin, PT CNMP bakal menikmati hasil lumayan. Dia lalu mengutip pernyataan Tito Sulistio, secara bisnis, membangun jalur khusus untuk motor tidak akan rugi. Penyediaan jalur khusus untuk motor justru akan memberikan tambahan pendapatan bagi pengelola jalan tol itu sendiri.

“Biaya untuk membangun ruas tol untuk mobil 2-2-1 kanan kiri di atas tanah datar kurang lebih Rp 80 miliar sampai Rp100 miliar per kilometer. Sedangkan biaya pembangunan jalur khusus motor dengan lebar 2,5 meter plus 1 meter untuk bahu jalan kanan kiri kurang lebih Rp 30 miliar Rp 50 miliar per kilometer. Jika mengacu tarif tol Bali Mandara, untuk mobil Gol I Rp11.500 dan untuk motor Rp 4.500. Itu masih fisible. Apalagi volume pengguna motor populasinya sangat besar,” jelas Bamsoet.

Dari sisi keadilan, tambah Bamsoet, jalur khusus bagi sepeda di jalan tol jelas memberikan jelas sangat baik. Semua warga yang belum memiliki mobil tetap bisa menikmati jalan tol.  Dari sisi keselamatan, juga sudah terbukti. Tol Bali Mandara, contohnya. Dengan memberikan jalur khusus sepeda motor, ternyata dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas kendaraan secara signifikan.

Berita Terkait : Bamsoet Dorong Pemerintah Perbaiki Nasib Guru Honorer

Untuk lebih menjamin kenyamanan pengguna sepeda motor, kata Bamsoet, jika perlu pengguna motor gede atau moge dilarang masuk tol pada hari-hari kerja. Moge cukup diizinkan pada hari libur saja. Sedangkan pada hari kerja, sepeda motor bermesin kecil saja yang diizinkan. Karena mereka berangkat kerja atau pulang kerja. Sedangkan moge biasanya hanya dipakai untuk keperluan rekreasi para penggemar di hari libur.

Dalam pertemuan dengan Bamsoet, Tito memaparkan rencana akan membuka dua jalur tol. Pertama, tol dalam kota sepanjang 11 kilometer di Medan, menyusuri talud sungai Deli dari Maimoon sampai ke Binjai. Pembangunannya dimulai pada Juni 2019.

Kedua, membuka tol baru dengan fasilitas jalur khusus kendaraan roda dua di Bandung sepanjang 14 km, dari Pasir Koja ke Pasopati. Pembangunannya dimulai pada Maret 2019. [ONI]