RMco.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi IV DPR, Ichsan Firdaus, meminta pemerintah fokus pada kesehatan dan pangan. Sektor terakhir dinilai amat krusial, terutama dalam menjaga stabilitas nasional. 

Ichsan mengaku khawatir dengan stok dan distribusi pangan. Dia melihat, di masa pandemi seperti sekarang, akses masyarakat untuk mendapatkan komoditas pangan sedikit terbatas. 

Berita Terkait : Soal Kartu Prakerja, Supriansa: Jangan Berpikir Negatif Ke Pemerintah

“Maka dari itu, yang harus diperhatikan adalah bagaimana ketersediaan stok dan distribusinya,” ujar dia dalam webinar yang digelar DPP KNPI dengan tajuk ‘Mengukur Skala Ketahanan Pangan Nasional di Tengah Wabah Covid-19,” Selasa (28/4). 

Politikus Partai Golkar tersebut menambahkan, pemerintah juga harus memastikan akurasi data pangan. Jangan sampai hal ini memunculkan masalah baru. “Data pangan harus akurat. Jangan ada spekulasi. Kalau data tidak akurat, maka risikonya besar bagi rakyat,” jelas Ichsan.  

Berita Terkait : Dampak Corona bagi Industri Penerbangan Lebih Dahsyat dari Krisis 2008

Terkait distribusi, kata dia, pemerintah harus melakukan langkah-langkah terobosan dan di luar kebiasaan. Jangan hanya mengandalkan bulog sebagai satu-satunya institusi. “Harus melibatkan seluruh stakeholder, baik Kementan (Kementerian Pertanian), Kemendag (Kementerian Perdagangan), maupun BUMN di sektor pangan. Tujuannya tak lain untuk mengatasi problem stok dan distribusi,” tegas dia.

Ichsan menambakan, pernyataan Presiden hari ini terkait banyak provinsi mengalami defisit pangan, harus menjadikan pemicu bagi pemerintah untuk melakukan terobosan-terobosan besar. “Walau terjadi pemotongan anggaran, pemerintah didesak untuk tidak melakukan pemotongan anggaran di sektor pangan,” pungkasnya. [KAL]