Langkah Kementan Tingkatkan Produktivitas Jagung Sudah Oke

Wakil Ketua Komisi IV DPR Viva Yoga Mauladi (Foto: Istimewa)
Klik untuk perbesar
Wakil Ketua Komisi IV DPR Viva Yoga Mauladi (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Komisi IV DPR menilai bahwa upaya Kementerian Pertanian (Kementan) dalam meningkatkan produktivitas jagung sudah cukup baik. Buktinya, Indonesia bisa mengurangi impor jagung sangat besar. Bahkan, kini Indonesia sudah bisa ekspor ke berbagai negara tetangga. 

“Saat ini, produksi jagung kita sudah surplus. Ini berkat kerja keras Kementerian Pertanian bersama para petani. Saya apresiasi kinerja Menteri Pertanian (Amran Sulaiman) beserta jajarannya ," kata Wakil Ketua Komisi IV Viva Yoga Mauladi, di Lamongan, Jawa Timur, kemarin.

Dia pun berharap, peningkatan produksi jagung ini dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan petani. Caranya, membeli jagung mereka dengan harga yang baik. Para petani harus dilindungi dari jagung impor, yang bisa membuat harga jadi hancur.

Berita Terkait : Kementan Pastikan Kasus Kematian Babi di NTT Sudah Tertangani

“Indonesia harus swasembada jagung. Petani jagung harus dilindungi dan tidak boleh rugi," jelas politisi senior PAN ini.

Ketua Komisi IV DPR Edhy Prabowo menganggap, masalah jagung yang dikeluhkan para peternak saat ini bukan karena produksi, tapi distribusi. Sebab, produksi jagung surplus. Dia pun mendorong seluruh mitra terkait untuk menelusuri masalah di balik sulitnya para peternak ayam petelur mendapatkan jagung. 

"Yang paling penting sekarang, cari masalahnya di mana. Kalau masalahnya di bahan baku, di (Kementerian) Pertanian sudah menunjukkan bahan bakunya ada,” ucap pentolan Partai Gerindra ini. 

Berita Terkait : Curah Hujan Tinggi, Kementan Minta Petani Terapkan Jurus Ini

Genjot Eskpor Durian

Di kesempatan berbeda, Dirjen Hortikultura Kementan Suwandi bertekad terus mendorong perluasan ekspor buah-buahan. Salah satunya durian. Suwandi optimistis, durian lokal mampu bersaing dengan durian negara lain di pasar ekspor. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan durian Indonesia 2018 berhasil surplus sebesar 700 ton.

”Durian lokal sudah tembus ke pasar manca negara seperti Hong Kong, China, Malaysia, Vietnam, Timur Tengah, dan lainnya. Bahkan ekspornya semakin meningkat,” ucap Suwandi, dalam panen dan pesta durian bersama durian mania, di Trawas, Mojokerto, Jawa Timur, Jumat kemarin. 

Berita Terkait : DPR Dukung Kementan Kembangkan AWR, Gratieks, hingga PMS

Acara ini diselenggarakan pecinta durian yang tergabung dalam Yayasan Durian Nusantara. Acara berlangsung pada 7 sampai 8 Februari 2019. Anggota yayasan ini terdiri atas pemilik kebun durian dari berbagai provinsi. Ada juga perwakilan dari Taiwan dan Perancis datang ke acara itu.

Dalam pertemuan itu, para durian mania juga membahas upaya-upaya mengembangkan durian lokal yang tersebar di seluruh pelosok negeri. Berbagai jenis durian lokal, antara lain bido, matahari, D 168, bawor, pelangi, srombut, petruk, madu cacun, bangau kini jadi unggulan.

“Kami harapkan, melalui acara ini, para durian mania yang tergabung di Yayasan Durian Nusantara dapat mengelola durian lokal dengan baik. Sehingga berkelas dan bersaing dengan durian negara lain,” ujar Suwandi. [KAL]