Berikan Bantuan Ke Konstituen, Wayan Sudirta Tidak Lupakan Pak Yos

Anggota Komisi III DPR yang juga pendiri Kordem Demokrasi Bali, I Wayan Sudirta menyerahkan bantuan kepada istri almarhum Pak Yos. Sudirta didampingi Anggota DPRD Jembrana Putu Suwegardana (kanan) dan relawan KORdEM Bali Made Suka Artha.
Klik untuk perbesar
Anggota Komisi III DPR yang juga pendiri Kordem Demokrasi Bali, I Wayan Sudirta menyerahkan bantuan kepada istri almarhum Pak Yos. Sudirta didampingi Anggota DPRD Jembrana Putu Suwegardana (kanan) dan relawan KORdEM Bali Made Suka Artha.

RMco.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi Hukum DPR I Wayan Sudirta aktif memberikan bantuan sosial kemanusiaan kepada warga konstituennya yang ikut terdampak Covid-19. Pada Jumat (22/5), Wakil rakyat asal Bali ini menyalurkan santunan beras total 2,1 ton di 12 Desa/Kelurahan yang ada di Kabupaten Jembrana. 

12 desa yang mendapatkan bantuan beras yakni Desa Penyaringan, Desa Yeh Embang, Desa Pohsanten, Desa Pergung, Desa Brambang, Kelurahan Lelateng, Desa Kaliakah, Desa Baler Bale Agung,  Desa Baluk, Kelurahan Sangkar Agung, Desa Melaya dan Desa Manistutu.

Adapun penyerahan bantuan ini dipusatkan di empat titik yakni Kantor Desa Penyaringan, Kantor Camat Negara, Kantor Lurah Sangkar Agung dan Kantor Desa Melaya. Santunan diberikan melalui kepala desa/lurah kepada para warga terdaftar namun belum mendapat santunan hingga saat ini.

Usai menyerahkan santunan 2,1 ton beras, dalam perjalanan pulang ke Denpasar, Sudirta juga menyempatkan menjenguk keluarga almarhum Yos, Ketua KORdEM (Koalisi Organisasi Relawan Sosial dan Eksponen Masyarakat) yang ikut berjuang mensosialisasikan Sudirta sejak pencalonan di DPD beberapa tahun lalu. 

Sebelum menduduki kursi legislator, Sudirta pernah dua periode menjabat Anggota DPD. Namun di pemilu lalu, Wayan memutuskan untuk mencalonkan diri ke DPR melalui PDIP

Berita Terkait : PKB Sebar Sembako dan Duit Untuk Warga Demak Jabodetabek

Sudirta sangat mengenal Pak Yos, panggilan akrab Ketua KORdEM Jembrana, yang telah meninggal dunia beberapa tahun lalu. Sebab, almarhum Yos merupakan salah satu relawan yang terbilang aktif memperjuangkan Wayan Sudirta hingga bisa lolos beberapa kali ke senayan. 

Karena itu pula, Wayan masih sangat familiar dengan kawasan di seputar Negara, kediaman keluarga Pak Yos. Di rumah yang cukup bagus dan tertata rapi, Sudirta diterima langsung istri almarhum, Nengah Wiasti, bersama menantu dan seorang cucu yang masih kecil.

Ikut dalam kunjungan itu Putu Suwegardana, anggota DPRD Jembrana Fraksi PDIP, Putu Wirata Dwikora, Tenaga Ahli DPR Wayan Sudirta, Made Suka Artha Pengurus KORdEM Bali, Made Rai Wirata Ketua Ranting PDIP Desa Gulingan-Mengwi, Badung.

Kedatangan Sudirta dan rombongan, langsung disambut haru Nengah Wiasti dan keluarga. Dia juga menceritakan bagaimana detik-detik almarhum dipanggil Yang Maha Kuasa.

“Bapak di Hari H sebelum menghembuskan napas terakhir, dari pagi sampai jam empat sore, dia menyebut-nyebut nama Pak Wayan, dan yakin Pak Wayan akan datang menjenguk hari itu,’’ kisah Wiasti.  

Berita Terkait : Melani Leimena dan Ali Suharli Bagikan Wastafel, Alat Semprot, dan Sembako untuk Warga

Pak Yos, jelas Wiasti, waktu itu dipercaya menjadi Ketua KORdEM Jembrana. Kendati tidak lagi tergolong muda, dengan usianya yang sudah di atas kepala lima, namun bagi Wiasti, suaminya merupakan sosok yang sangat energik.

Wiasti menceritakan bagaimana almarhum suaminya begitu mengidolakan Wayan Sudirta, yang dalam pandangan suaminya merupakan figur pengacara yang tidak hanya berani dan keras, tetapi saat-saat tertentu sangat memperhatikan temannya, apalagi yang berjuang. 

“Karena itu, suami saya sangat mengidolakan Pak Wayan,’’ jelas Wiasti yang berlinang air mata mengenang perjuangan suaminya.

Sementara, Sudirta mengakui Pak Yos sosok yang langka. Mudah bergaul, bekerja keras, punya dedikasi dalam berjuang dan tidak pernah mengharap materi dalam perjuangan. 

Karena itu, bagi Sudirta, Pak Yos tidak akan pernah dilupakan. Bahkan setelah almarhum pergi, tidak lagi aktif di KORdEM, tali persaudaraan di antara Sudirta dan Pak Yos tidaklah putus.

Berita Terkait : PKS: Pikirin Dulu Corona, Bukan RUU Omnibus Law

“Memang kami tidak bisa membantu banyak, karena yang kita perhatikan dan ikut berjuang ada di seluruh Bali. Saya terima kasih karena Pak Yos tidak pernah mengeluh soal keterbatasan itu, karena selain di KORdEM, beliau juga aktif di Karang Taruna Jembrana, organisasi yang sepengetahuan saya bersifat nirlaba, tempat mengabdi,’’ kenang Sudirta.

Sebelum pamit, Sudirta menyerahkan bingkisan beras dan sejumlah dana, sebagai tanda persaudaraan yang tetap terjalin. 

“Kalau ada apa-apa, ini ada Pak Suwegar yang di DPRD Jembrana, orangnya baik dan akan saling memperhatikan dan saling membantu,” tambah Sudirta. [KAL]