RMco.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi VI DPR Muhammad Rapsel Ali mengusulkan agar DPR agar bisa segera membentuk Tim Penilai Kinerja BUMN. Tujuannya, untuk mengoreksi, mengevaluasi, dan mendorong produktivitas agar kinerja BUMN lebih baik lagi. 

“Kalau dalam pemilihan jajaran direksi maupun komisaris BUMN ada Tim Penilai Akhir yang dipimpin Presiden dan Wakil Presiden, maka untuk menjalankan fungsi pengawasan DPR, saya mengusulkan pembentukan Tim Penilai DPR,” kata Rapsel Ali, dalam keterangannya, Sabtu (27/6).

Berita Terkait : DPR Minta Pemerintah Serius Tangani 99 Warga Rohingya Yang Terdampar di Aceh

Anggota Dewan asal daerah pemilih Sulses 1 tersebut menjelaskan, Tim Penilai DPR ini beranggotakan legislator Senayan, khususnya Komisi VI DPR. Nantinya, Tim Penilai ini akan memberikan penilaian untuk jabatan dirut maupun komisaris utama di seluruh perusahaan BUMN.

“Tufoksi Tim Penilai ini adalah memberi scoring untuk jabatan dirut maupun komisaris utama di seluruh perusahaan BUMN setiap tiga bulan. Mereka akan menilai apakah kehadiran sosok tersebut memberikan dampak positif justru men-downgrade maupun mereduksi kesolidan organisasi perusahaan atau tidak,” jelasnya.

Berita Terkait : Senayan: Sangat Janggal Kemendikbud Gaet Netflix

Bagi Rapsel, kehadiran Tim Penilai dari DPR ini sangat mendesak dan diperlukan saat ini di tengah banyaknya masalah serta kritik pada BUMN. “Hal ini sangat penting karena terkait dengan produktivitas maupun kinerja perusahaan-perusahaan BUMN,” tegasnya.

Pendiri Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Indonesia (Aspeksindo) ini menyatakan sangat yakin bahwa kehadiran Tim Penilai Kinerja BUMN akan membuat produktivitas dan kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan laba selama pereode tertentu akan membaik. “Saya percaya itu,” tegasnya.

Berita Terkait : Puan Serukan Gotong Royong ASEAN-AIPA untuk Tangani Covid-19

Legislator asal Selayar itu menjelaskan, pembentukan Tim Penilai Kinerja BUMN ini semata-mata untuk menyehatkan seluruh perusahaan pelat merah di negeri ini. Ia berani menggaransi bahwa Tim Penilai Kinerja BUMN ini nantinya akan menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik. 

“Tim penilai ini kami jamin profesional dalam melaksanakan tugasnya. Tidak perlu dicurigai ada muatan politis atau dan lain sebagainya. Kami hanya ingin melihat perusahaan BUMN bisa tumbuh dan berkembang lebih sehat dengan produktivitas tinggi dalam memberi konstribusi pendapatan kepada negara. Tim ini akan bekerja memberi penilaian secara objektif dan terukur,” kuncinya. [USU]