RMco.id  Rakyat Merdeka - Badan kehormatan (BK) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat bakal memanggil dua anggotanya, yakni ; Dadang Supriatna dari Fraksi Partai Golkar dan Rahmat Djati dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Keduanya dipanggil karena diduga melakukan pelanggaran etik, dengan mengeluarkan surat rekomendasi bagi salah satu peserta Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), calon siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Bandung, agar bisa diterima di sekolah tersebut.

Baca Juga : Cowo Idamannya, Tak Bandel Dan Jelalatan

"Besok akan kita panggil keduanya (anggota DPRD tersebut) usai sidang paripurna," terang Ketua Badan Kehormatan DPRD Jawa Barat Hasbullah, (29/6).

Hasbullah mengatakan, pemanggilan dilakukan untuk mengklarifikasi landasan apa yang melatarbelakangi sehingga mereka melakukan pelanggaran etik tersebut. 

Baca Juga : Ciptakan Suasana Nyaman, Mulailah Jadi Teman Anak

"Memang baru kita panggil sekarang, sejak ramai kejadiannya awal juni lalu ya, kami berusaha obyektif menampung laporan yang udah masuk," tegasnya.

Menurutnya, kedua anggota DPRD Jabar ini melanggar etik karena mengeluarkan surat rekomendasi bagi salah satu calon siswa SMK di Kota Bandung agar bisa diterima di sekolah smk tersebut. 

Baca Juga : Hanya Orang Gila Yang Tak Percaya Corona Ada

Dalam surat rekomendasi tersebut, mereka menggunakan logo DPRD Jabar. Sementara dalam aturan, yang berhak mengeluarkan surat berlogo DPRD Jabar Ketua DPRD Jabar serta lima wakil Ketua DPRD Jabar. [D.R]