RMco.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi III DPR, Jazilul Fawaid atau Gus Jazil menyesalkan pegiat media sosial Denny Siregar yang menuding santri tahfidz Qur’an sebagai calon teroris.

Tudingan ini membuat marah umat Islam di Tasikmalaya dan berujung pada aksi 'Bela Santri' dan pelaporan ke polisi.

Berita Terkait : Nasir Djamil Minta Polisi Segera Selesaikan Kasus Dugaan Pemalsuan Label SNI

"Saya sangat menyesalkan tudingan itu. Saya sebagai Ketua Alumni Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an ikut tersinggung dan menyayangkan pernyataan itu. Dalam situasi yang membutuhkan kegotong-royongan ini, jangan mengumbar kata tudingan yang bisa memperkeruh suasana," kata Gus Jazil dalam keterangannya, Jumat (3/7).

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa itu meminta Denny, agar memperbanyak bacaan dan belajar Al Qur'an. "Tolong jaga mulutnya dengan kata-kata yang baik, dan dipakai untuk membaca Al Qur'an," tegasnya.

Berita Terkait : Bikin Gaduh, Mendikbud Didesak Cabut SK PPDB DKI

Ia juga berharap, Denny segera mengklarifikasi tudingan itu. "Jika informasi yang disampaikan Denny itu benar,  segera mohon maaf secara terbuka kepada santri dan umat islam," tandasnya.

Pria asal Bawean, Gresik Jawa Timur itu menilai wajar, jika saat ini umat Islam dan santri di Tasikmalaya menggelar aksi dan melaporkan Denny ke Polisi.

Berita Terkait : Anggota DPR Bikin Rakyat Tepok Jidat

"Marah wajar. Tapi, saya mohon para santri dan penghafal Al Qur'an dapat memaafkan dan menahan diri dari tindakan yang dapat menyalahi nilai-nilai Al Qur’an itu sendiri. Kami yakin, ahlil Qur’an akan selalu menebar kebaikan dan cinta damai," katanya.
 Selanjutnya